5 Tips Aman Berkendara Pakai Taksi Online Versi Grab

Inkana Izatifiqa R Putri - detikOto
Rabu, 26 Jan 2022 20:04 WIB
Mitra driver GrabCar
Foto: Grab Indonesia
Jakarta -

Transportasi online kini menjadi moda transportasi favorit masyarakat karena praktis, nyaman, dan terjangkau. Meski demikian, setiap perjalanan seringkali tak lepas dari risiko keamanan. Terlebih saat ini mobilitas masyarakat perkotaan sangat tinggi dan berlangsung hingga larut malam. Untuk itu, penumpang dan pengendara perlu tetap waspada dengan segala risiko keamanan, termasuk kriminalitas.

Beberapa hal mengenai transportasi online yang belum banyak diketahui publik adalah armada mobil atau sepeda motor yang tersedia pada aplikasi, bukan milik perusahaan, melainkan milik perorangan dan rental. Begitu juga dengan pengendaranya, bukan karyawan perusahaan penyedia layanan ride-hailing melainkan mitra pengemudi.

Setiap perusahaan memiliki standar operasional dan kebijakan keamanan dan keselamatan penumpang yang berbeda. Di Grab, hanya mitra pengemudi yang telah mengikuti pembekalan dan pelatihan saja yang boleh beroperasi.

"Untuk memastikan keamanan dan keselamatan penumpang serta mitra pengemudi, Grab menginvestasikan kembali pendapatan perusahaan yang diperoleh dari mitra pengemudi dan pengguna melalui empat pilar strategi yang terintegrasi pada aplikasi kami, antara lain dengan mempelopori adanya fitur Safety Centre (Pusat Keselamatan), seleksi mitra pengemudi yang ketat, memberikan melalui pembekalan dan pelatihan berkala kepada mitra, serta membentuk satuan tugas khusus untuk penanganan insiden," ujar Director of Business, Jabodetabek - Grab Indonesia, Iki Sari Dewi. dalam keterangan tertulis, Rabu (26/1/2021).

Meskipun demikian, Iki tetap mengimbau agar para pengguna Grab tetap selalu waspada. Agar perjalan lebih aman dan nyaman, Iki membagikan 5 tips penting yang wajib diketahui seluruh pengguna Grab seperti berikut.

Infografis tips aman berkendara dengan GrabInfografis tips aman berkendara dengan Grab (Foto: Grab Indonesia)

1. Gunakan Data yang Valid Saat Registrasi

Saat registrasi, pastikan untuk mengisi identitas diri yang lengkap dan benar. Sebab, hal ini dapat mempermudah proses pelaporan saat terjadi suatu hal. Selain itu, sertakan juga kontak darurat yang valid sehingga tim Grab dapat menghubungi kontak tersebut serta melakukan investigasi apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.

Adapun saat ini, Grab memiliki satuan tugas (Satgas) khusus untuk pencegahan dan penanganan tindak kejahatan dan kekerasan yang beroperasi 24 jam di lebih dari 73 kota wilayah operasional.

2. Cek Kendaraan dan Wajah Mitra Pengemudi

Sebelum melakukan perjalanan, sebaiknya pastikan wajah mitra pengemudi dan kendaraannya sesuai dengan identitas pada aplikasi Grab. Jika tidak sesuai, jangan ragu untuk membatalkan perjalanan. Pengguna Grab juga dapat melakukan pelaporan via aplikasi jika ada hal yang mencurigakan.

3. Bagikan Lokasi Perjalanan ke Teman atau Keluarga

Grab memiliki fitur Share My Ride yang dapat dimanfaatkan untuk memberitahu lokasi Anda kepada orang terdekat selama di perjalanan bersama Grab. Nantinya, kontak yang dipilih akan menerima pesan berupa link tracking (tautan pelacak]) lokasi Anda secara live/real time, lengkap dengan plat nomor kendaraan, jam pemesanan, lokasi penjemputan dan tujuan perjalanan.

Jika berada dalam keadaan bahaya, pengguna juga dapat menekan Emergency Button (tombol darurat] pada fitur Safety Centre. Melalui cara ini, pusat panggilan darurat Grab dan orang-orang terdekat akan diberitahukan kapan pun Anda dalam kondisi terancam.

Untuk layanan GrabCar, Gran juga menyediakan sistem yang dapat melacak jika perjalanan keluar dari rute seharusnya dan pemberhentian yang mencurigakan. Tim Grab secara proaktif akan menghubungi penumpang dan/atau mitra pengemudi untuk memastikan keamanan keduanya.

4. Waspada dan Fokus Selama Perjalanan

Selama perjalanan, pastikan untuk selalu fokus dalam perjalanan. Hindari tidur dan atau menggunakan perangkat earphone selama perjalanan bersama Grab. Selain itu, jangan ragu untuk menegur pengemudi jika pengemudi keluar dari jalur atau tidak sesuai navigasi, ugal-ugalan, atau melakukan tindak kejahatan.

Saat hendak turun, mintalah mitra pengemudi untuk menepi di tempat yang lebih aman dan berikan alasan yang nyaman dan logis, lalu izinkan mitra pengemudi meneruskan perjalanan. Jangan lupa untuk selesaikan pembayaran dan turun dari kendaraan.

5. Manfaatkan Fitur Pelaporan

Grab memiliki fitur pelaporan yang akan langsung terhubung dengan tim Satgas, seperti fitur Pusat Keselamatan yang dapat diakses selama dan setelah perjalanan. Tim Satgas dapat melacak perjalanan terakhir Anda dan membantu memahami kejadian yang terjadi. Grab juga telah melatih para tim agar dapat membantu penumpang dalam berbagai situasi, termasuk saat terjadi kasus pelecehan seksual.

Lebih lanjut, Iki menyampaikan, saat menggunakan layanan Grab, maka secara otomatis penumpang dan mitra pengemudi terlindungi oleh asuransi keselamatan. Dalam hal ini, asuransi akan menanggung saat terjadi kerugian akibat kasus insiden keselamatan, baik kecelakaan lalu lintas maupun tindak kriminal, yang terjadi dalam waktu atau konteks perjalanan menggunakan platform Grab di seluruh wilayah Indonesia.

"Menciptakan ekosistem yang aman dan nyaman dalam perjalanan merupakan hal yang harus terus dilakukan. Tidak hanya dari sisi penumpang, penyedia jasa layanan transportasi online, mitra pengemudi, hingga regulator juga turut menjadi bagian penting yang harus bersama-sama mewujudkan hal tersebut. Oleh karena itu, penting bagi setiap pihak untuk bersama-sama mencegah potensi tindakan kekerasan pada transportasi online," pungkas Iki.

(ncm/ega)