Biar Nggak Tekor, Ini Tips Pengajuan Kredit Mobil yang Mudah dan Minim Risiko

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 17 Des 2021 16:49 WIB
Ilustrasi beli mobil
Berikut cara mudah dan minim risiko saat memutuskan membeli mobil secara kredit. Foto: Shutterstock
Jakarta -

Kredit menjadi skema pembelian yang paling diminati konsumen Indonesia saat ingin membeli kendaraan bermotor, baik mobil maupun sepeda motor. Jika kamu menjadi salah satu orang yang juga tertarik membeli mobil secara kredit, berikut cara mudah dan cara amannya.

Punya mobil baru jadi salah satu dari sekian banyak deret daftar resolusi akhir tahun yang dilakukan kebanyakan orang. Apalagi tahun 2022 dirasa menjadi waktu yang tepat untuk memiliki kendaraan pribadi, karena situasi perkreditan sudah mulai berangsur membaik.

Hingga Oktober lalu, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat penjualan mobil tahun 2021 tumbuh pesat menyentuh angka 67% yakni terjual sebanyak 703.089 unit dibandingkan dengan tahun lalu pada periode yang sama.

Pertumbuhan penjualan mobil ini diprediksi akan terus terjadi, mengingat program Down Payment (DP) 0 persen untuk pembelian mobil dan motor resmi diperpanjang hingga akhir tahun 2022, dan juga insentif diskon PPnBM yang diperpanjang sampai akhir tahun ini.

Direktur Utama PEFINDO Biro Kredit IdScore, Yohanes Arts Abimanyu, menilai bahwa kebijakan yang bertujuan mendorong daya beli masyarakat khususnya di sektor kendaraan bermotor itu, diharapkan semakin meningkatkan jumlah permintaan kredit itu sendiri.

"Membeli mobil merupakan salah satu keputusan besar bagi kebanyakan orang. Karenanya, sebelum mengajukan kredit, penting bagi setiap individu untuk mengecek credit scorenya guna mengetahui tingkat kelayakan kredit sekaligus mengetahui bagaimana penilaian bank atau leasing dan peluang permohonan kredit yang diajukan," ujar Abimanyu dalam keterangan resmi yang diterima detikOto, Jumat (17/2/2021).

Dalam kesempatan terpisah, Suwandi Wiratno, Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) mengatakan bahwa momentum naiknya angka pesanan kendaraan bermotor (SPK) merupakan pendorong pertumbuhan usaha sektor perusahaan pembiayaan. APPI mencatat piutang pembiayaan industri pada tahun 2020 mengalami kontraksi sebesar minus 18 persen, namun demikian per akhir Oktober 2021 nilainya mengalami perbaikan menjadi minus 5,5 persen (yoy). Hal ini didorong oleh naiknya penjualan kendaraan roda dua dan empat sejak awal 2021, terutama penjualan kendaraan roda empat yang sangat terbantu oleh insentif Pajak Penjualan Barang Mewah Ditanggung Pemerintah (PPnBM DTP) sejak April sampai Desember 2021. Insentif tersebut meningkatkan minat masyarakat untuk membeli kendaraan baru.

Meski terjadi pertumbuhan pesanan pembelian kendaraan dan peningkatan potensi kredit mobil, perusahaan pembiayaan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian dalam menjaga kualitas kredit. "PEFINDO Biro Kredit IdScore sebagai mitra sangat membantu perusahaan pembiayaan dalam menjaga kualitas piutang yang baik," ungkap Suwandi

Agar momentum memiliki mobil baru di akhir tahun bisa berjalan mulus, PEFINDO Biro Kredit bagikan beberapa tips pengajuan kredit mobil yang mudah dan minim risiko. Apa saja?

1. Pahami Besaran Uang Muka, Cicilan dan Biaya Lain

Langkah pertama yang dapat dilakukan sebelum mengajukan kredit mobil adalah memahami besaran bunga dan uang muka yang akan berpengaruh pada nilai cicilan dan tenor pinjaman. Perlu juga diperhatikan biaya lain seperti provisi, administrasi, dan biaya terkait lainnya.

2. Cek Kemampuan Bayar data Kredit Historis

Sebelum mengajukan kredit, penting untuk memastikan kemampuan finansial ke depannya, apakah anda sebagai calon debitur mampu menyelesaikan kewajiban kreditnya hingga selesai. Tidak kalah pentingnya adalah mengecek apakah data kredit anda sudah ter-update sesuai kondisi saat ini seperti domisili, pekerjaan atau status kredit yang sudah berakhir atau yang saat ini masih berjalan. Ketidakakuratan data seringkali menyebabkan proses pengajuan kredit terhambat bahkan gagal disetujui.

3. Mengenal Prinsip 5C

Anda juga perlu memahami prinsip 5C (Character, Capacity, Capital, Condition, dan Collateral) yang biasanya digunakan dalam proses analisa kredit oleh lembaga jasa keuangan. Pertama, Character atau kepribadian calon debitur yang dicari adalah yang beritikad baik untuk menyelesaikan pembayaran cicilan. Capacity, merupakan kemampuan mengelola keuangan pribadinya, adapun Capital adalah nilai aset yang dimiliki calon debitur.

Sedangkan Collateral termasuk prinsip yang penting karena nilai agunan atau jaminan yang diberikan akan menjadi pengukur apakah pengajuan kredit diterima atau tidak. Terakhir, Condition atau faktor luar yang dapat mempengaruhi, seperti usia peminjam, kondisi ekonomi negara, dan lainnya. Kelima aspek inilah yang perlu Anda pastikan dapat dipenuhi sebelum mendapatkan kepercayaan pinjaman dari pihak kreditur.

4. Pintar-pintar Pilih Lembaga Jasa Keuangan

Banyak jenis lembaga penyalur kredit, tapi pastikan anda berhubungan dengan lembaga kredibel, terpercaya dan baik reputasinya. Pengajuan kredit melalui bank akan memberikan penawaran suku bunga yang lebih rendah, namun prosesnya lebih lama dengan persyaratan dokumen yang lebih rumit. Sedangkan proses pengajuan kredit melalui lembaga pembiayaan atau leasing akan lebih cepat. Meskipun begitu, biaya yang dikeluarkan akan lebih banyak, dan suku bunga yang ditawarkan biasanya juga lebih tinggi.

5. Rancang Skema Keuangan Baru

Dengan memutuskan untuk kredit mobil, maka alokasi dana keuangan otomatis akan berubah drastis. Melihat kondisi ini, sangat disarankan bagi calon debitur untuk mulai merancang skema keuangan yang menyesuaikan dengan pengeluaran baru ini. Buat rencana keuangan yang sesuai dengan kondisi finansial sekarang, agar proses pembayaran kredit mobil jadi lebih terencana hingga lunas nanti.

(lua/lth)