Cara Merawat Ban Mobil di Musim Hujan

Luthfi Anshori - detikOto
Minggu, 31 Okt 2021 18:16 WIB
detikcom bersama Toyota Cross Hybrid sukses menjelajah beragam medan dalam Road Trip Jakarta-Bali. Salah satunya hujan deras yang mengguyur selama perjalanan.
Merawat ban mobil di musim penghujan, Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Ban merupakan salah satu komponen penting pada mobil karena menjadi komponen yang pertama bersentuhan dengan permukaan jalan. Oleh sebab itu, kondisi ban perlu diperhatikan setiap waktu, apalagi sekarang sudah masuk musim hujan.

Seperti dijelaskan Auto2000 dalam keterangan resmi, kewajiban merawat ban mobil terkait dengan tugasnya yang sangat penting, yakni menopang berat mobil, melajukan dan menghentikan mobil, serta mengendalikan arah mobil di jalan.

Ban juga punya peran dalam meredam getaran yang diterima oleh mobil bersama sistem suspensi. Maka dari itu, jika para pengguna mobil abai terhadap kondisi ban kendaraannya, masalah seperti aquaplaning bisa saja terjadi saat melibas jalanan yang basah.

Berikut cara merawat mobil di musim hujan:

1. Cek Tekanan Udara Ban

Prioritas utama yang wajib dilakukan adalah memeriksa tekanan udara ban setidaknya seminggu sekali. Tekanan udara ban yang sesuai rekomendasi dari pabrikan memastikan telapak ban mobil memperoleh grip atau menapak aspal dengan optimal di musim hujan. Daya cengkeram yang pas membuat ban mobil dapat menjalankan tugasnya dengan baik di jalan yang licin atau tergenang air akibat hujan.

2. Periksa Alur Telapak Ban

Langkah memeriksa alur telapak ban bisa dilakukan bersama dengan memeriksa tekanan udara ban. Kedalaman alur telapak ban ditandai oleh tonjolan di alur ban yang diberi nama Tread Wear Indicator (TWI). Anda wajib mengganti ban bila tanda tersebut sudah sejajar dengan tinggi telapak ban. Letak TWI yang ada di beberapa titik ban merupakan gambaran tingkat keausan ban. Jika tidak merata, mungkin ada masalah di sektor suspensi atau kemudi.

3. Inspeksi Dinding Ban

Anda juga bisa menginspeksi dinding ban dari potensi rusak seperti sobek atau benjol. Tidak ada toleransi, ban mobil yang dindingnya rusak harus segera diganti baru. Biasanya ban mobil benjol akibat tekanan udara yang kurang kemudian menabrak benda keras seperti batu, trotoar, dan lubang sehingga dinding ban menekuk membuat benang di samping ban putus.

4. Waspada Pelek Mobil

Tugas pelek terbilang berat lantaran menopang kinerja ban mobil. Jika terdeteksi masalah seperti bibir pelek pecah, hampir bisa dipastikan ban mobil telah mendapatkan tekanan sangat berat dan berpotensi rusak. Pelek yang rusak juga membuat keseimbangan ban berubah, bahkan jika terlalu berat harus mengganti pelek mobil.

5. Rotasi Ban Mobil

Rotasi membuat seluruh ban dapat 'merasakan' tugas yang sama sehingga tingkat keausan ban pun ikut merata. Terutama ada kecenderungan telapak ban depan lebih cepat aus lantaran memegang tugas paling besar saat mobil bergerak. Anda dapat melakukan rotasi ban dengan mudah, yaitu disaat servis berkala setiap 6 bulan sekali.

6. Spooring dan Balancing

Spooring mengembalikan sudut geometri seluruh ban agar sesuai dengan ketentuan pabrikan dan memastikan kaki-kaki mobil, baik suspensi maupun kemudi, bekerja dengan baik. Sementara balancing menyeimbangkan keempat roda sehingga dapat berputar dengan baik tanpa vibrasi yang mengurangi kenyamanan berkendara. Anda bisa melakukan perawatan ini di bengkel-bengkel resmi pabrikan maupun bengkel umum.

(lua/riar)