Jangan Asal! Perhatikan Hal Ini Saat Mau Ganti Pelek dan Ban di Mobil BMW

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Sabtu, 23 Okt 2021 15:54 WIB
BMW Indonesia meluncurkan BMW M5 Competition terbaru pada Jumat (17/921) secara daring. Mobil sports empat pintu dari BMW M ini, dijual dalam stok yang sangat terbatas dengan harga Rp 4,7 M.
Ilustrasi pelek di mobil BMW Foto: dok. BMW
Jakarta -

Para pemilik mobil biasanya 'gatal' untuk ingin langsung mengganti pelek asli bawaan pabrik mobilnya atau sekadar merubah profil ban. Hal tersebut tentu bisa saja dilakukan, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar mobil tetap bekerja secara optimal walau sudah dimodifikasi.

Product Specialist BMW, Anindya Kumoro berbagi beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika hendak mengganti pelek atau ban, khususnya untuk mobil BMW yang modern.

"Sebenarnya kalau ingin ganti pelek sih, menurut saya yang penting itu PCD-nya sama, lalu offset-nya sesuai, masih dalam range-nya lah paling enggak," papar Anindya kepada detikOto di sesi peluncuran BMW 320i Dynamic di Senayan Park pada Jumat (22/10/21) lalu.

PCD adalah singkatan dari Pitch Circle Diameter atau istilan lainya adalah bolt pattern. Secara sederhana, PCD ini berarti jarak antar lubang baut roda yang ada di pelek.

Biasanya PCD merupakan kombinasi antara jumlah baut dan jarak antara baut dalam satuan mm. Contohnya di mobil BMW seri 3, PCD-nya adalah 5x112 atau bautnya berjumlah 5 buah dan masing-masing baut berjarak 112 mm.

Penggantian PCD di pelek mobil sebenarnya lumrah dilakukan oleh bengkel-bengkel modifikasi pelek, namun hal ini tentu tidak disarankan oleh pabrikan, karena dapat menurunkan performa dari kaki-kaki mobil itu sendiri.

Lalu offset yang dimaksud oleh pihak BMW di sini adalah jarak antara bagian penampang tengah pelek dengan garis tengahnya. Offset ini juga sering disebut dengan 'ET'.

Bukan hanya tentang penampilan, offset di pelek ini sangat penting karena jika sangat jauh dari standar maka dikhawatirkan dapat membuat pembacaan sensor pada kaki-kaki mobil menjadi tidak akurat.

"Lalu juga yang paling penting adalah profil ban, jangan sampai misalnya kita inch up tapi profilnya enggak diturunin. Nanti malah ngaco kemana-mana. Karena kan mungkin bisa jadi ke speed sensor dia bacanya either lebih telat atau lebih cepat, gitu kan," papar Anindya.

Salah satu sensor yang paling sering ada di mobil kekinian adalah sensor tekanan angin ban alias TPMS. Tenang saja, di mobil BMW, mengganti pelek dan ban dengan kondisi yang tidak standar ternyata tidak akan membuat sensor ini menjadi tidak akurat bahkan tidak bekerja.

"TPMS kan sebenarnya ngebaca pressure ban pas awal rolling assistance-nya, terus tiap berkurang berapa persen dia akan baca," papar Anindya.

Cara paling sederhana yang dapat dilakukan oleh pemilik mobil, khususnya BMW modern, adalah dengan mengganti pelek dan ban dengan spesifikasi yang sudah direkomendasikan oleh pabrikan.

"Jadi kalau misalnya mau ada penggantian ban atau ukuran pelek, disesuaikan saja dengan spek dari pabrik gimana," tutup Anindya.



Simak Video "Matikan AC Mobil Bikin Tenaga Mesin Lebih Jos, Mitos atau Fakta?"
[Gambas:Video 20detik]
(mhg/din)