Mobil Boros? Bisa Jadi Salah Pakai Oli Mesin

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Minggu, 10 Okt 2021 14:50 WIB
oli
Ilustrasi oli mesin untuk mobil Foto: shutterstock
Jakarta -

Sebagai kendaraan harian, tentu pengendara menginginkan mobil yang efisien dari segi bahan bakar. Beragam cara dapat dilakukan untuk membuat mobil jadi irit, salah satunya adalah dengan memilih oli mesin yang tepat.

Audi Tarantini, R&D Testing Department Head PT Astra Daihatsu Motor mengatakan, oli mesin punya peranan yang vital. Namun jika menggunakan oli mesin yang terlalu kental, maka kinerja mesin akan lebih berat.

Contohnya untuk Daihatsu Rocky, mobil compact SUV teranyar dari Daihatsu ini menggunakan oli yang mempunyai karakter cair atau encer. Daihatsu menyarankan untuk Rocky menggunakan oli mesin dengan spesifikasi SAE 0W-16.

"Oli itu kami rekomendasikan 0W-16 (untuk Daihatsu Rocky. Kalau lebih kental akan berpengaruh ke performa, karena semakin kental akan semakin berat kerjanya. Jadi dia pakai yang encer 0W-16," papar Audi kepada detikOto.

"Efeknya ke performa bahan bakar, akselerasi, dan boros," lanjutnya.
Perlu diketahui kode SAE atau Society of Automotive Engineer, merupakan standard kekentalan oli secara global. Semakin kecil angka SAE, maka semakin encer oli tersebut di kondisi tertentu. Oli encer lebih bagus karena membuat kerja mesin lebih enteng, bertenaga dan irit bahan bakar.

Sementara huruf W merupakan singkatan dari Winter atau musim dingin. Tergantung angka yang berada di depan huruf W, semakin kecil angkanya maka akan semakin tahan oli bekerja di suhu dingin dimana 0W merupakan angka paling rendah. Dengan begitu, oli bakal lebih tahan di cuaca dingin seperti di pegunungan dan tidak mengental yang bisa menyulitkan saat start mesin.

Sedang angka di belakang kode merupakan tingkat kekentalan oli saat mesin beroperasi. Semakin encer, maka semakin enteng tarikan mesin yang membuatnya lebih bertenaga dan irit bahan bakar.

Lantas, bagaimana dengan pemilihan bahan bakar? Audi mengatakan, untuk Daihatsu Rocky, mengisi bensin dengan spesifikasi RON yang lebih rendah dari 92, justru tidak memberikan dampak apa-apa terhadap performa.

"Bensin indonesia kan ada 88, 90, 92, dan 98 yah. Untuk bensin, kita rekomendasikan 92 yah. Karena, terkait sama regulasi CO2 yang harus berapa persen oleh pemerintah," papar Audi.

"Jadi RON tadi tidak berpengaruh (terhadap performa). Yang berpengaruh itu pada CO2, sama kerak yang dihasilkan," lanjutnya.



Simak Video "Mobil Boros? Bisa Jadi Salah Pakai Oli Mesin"
[Gambas:Video 20detik]
(mhg/din)