Jangan Salah! Ini Beda Oli Mesin Mobil Diesel dan Mobil Bensin

Muhammad Hafizh Gemilang - detikOto
Minggu, 10 Okt 2021 07:32 WIB
Tips menggunakan dipstick untuk mengecek kualitas dan volume oli mobil
Ilustrasi pengisian oli mobil Foto: Astra Peugeot
Jakarta -

Oli adalah bagian yang paling vital bagi mesin kendaraan. Selain harus diganti secara berkala, penggantian oli pun harus tepat. Jangan salah, ternyata oli mesin untuk mobil diesel dan mobil bensin tidak sama.

Dilansir dari laman resmi Deltalube, oli mesin untuk mobil diesel dan bensin memang memiliki fungsi yang sama yaitu sebagai pelumas mesin. Namun, keduanya berbeda secara kandungan dan membuatnya memiliki fungsi yang berbeda dalam hal memberikan pelumasan kepada mesin mobil.

"Perbedaan mendasar antara oli mesin diesel dengan oli mesin bensin, ada pada viskositas dan kandungan detergennya. Dimana oli diesel memiliki viskositas yang lebih kental dan kandungan detergen yang lebih banyak dari oli bensin," tulis Deltalube.

"Oli diesel perlu viskositas yang lebih kental dan deterjen lebih banyak agar mampu bertahan saat suhu mesin tinggi. Suhu yang sangat tinggi ini karena mesin diesel mensyaratkan kompresi yang sangat tinggi," lanjut mereka.

Menurut Deltalube, secara kriteria dan jenis, sudah pasti oli mesin diesel tidak bisa digunakan pada mobil bermesin bensin, begitupun sebaliknya. Jika dipaksakan maka penggunaan oli mesin diesel di mobil bensin, akan membahayakan. Pun sebaliknya.

"Misalkan oli mesin diesel menggunakan oli mesin bensin bisa membuat mesin jebol karena kandungan oli mesin bensin tidak mampu menyesuaikan kinerja mesin diesel," tulis Deltalube.

Oli punya kode mutu API Service Rating yang terdiri dari dua huruf. Untuk oli mesin diesel, huruf pertamanya adalah "C", sedangkan untuk mesin bensin huruf pertamanya adalah S.

"Makin besar abjadnya, maka makin tinggi tingkatan pelumas itu. Rumus ini juga berlaku untuk pelumas mesin diesel. Contohnya oli mesin diesel dengan rating API "CH" itu lebih baik dibanding "CG" atau "CF"," tulis Detlalube.

Namun ternyata, ada juga oli mesin yang dirancang untuk dapat digunakan di mobil bermesin diesel ataupun bensin. Oli tersebut hadir dengan kode tertentu. Tapi menurut Deltalube, oli jenis ini tidak disarankan untuk digunakan secara berkepanjangan alias, lebih pas untuk digunakan dalam keadaan terpaksa.

"Namun adapula beberapa kode oli yang bisa dipakai mesin bensin dan diesel punya dua ciri khas kode, misalnya SH/CD, SL/CF, atau CF/SJ. Jika melihat kode seperti itu tertera pada kemasan berarti oli boleh dituang ke mesin bensin atau diesel, tentu lebih dulu pastikan sesuai dengan kondisi mesin," tulis Deltalube.



Simak Video "Mobil Boros? Bisa Jadi Salah Pakai Oli Mesin"
[Gambas:Video 20detik]
(mhg/din)