4 Dampak Buruk Nyetir Sambil Merokok, Bikin Mobil Susah Dijual Lagi?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 09 Sep 2021 10:15 WIB
Merokok dalam mobil
Merokok sambil mengemudi bikin mobil sulit dijual lagi. Foto: Carbuyer
Jakarta -

Mengemudi mobil sambil merokok memiliki dampak buruk. Lebih parah, mobil susah dijual lagi jika sering merokok di dalam kabin.

Merokok di dalam kabin mobil menyebabkan beberapa dampak buruk. Mulai dari kesehatan, keselamatan, sampai harga jual kembali mobil yang digunakan perokok.

"Banyak dampak kerugian yang akan dirasakan oleh AutoFamily jika merokok di dalam mobil. Oleh karenanya, hindari merokok di dalam mobil dan jaga kondisi kabin agar selalu bersih dan rapi sehingga nyaman saat digunakan," kata Nur Imansyah Tara, Aftersales Division Head Auto2000.

Auto2000 menjelaskan alasan mengapa dilarang merokok di dalam mobil. Setidaknya ada 4 dampak buruk akibat merokok di dalam kabin. Berikut rinciannya.

1. Mengganggu Pengemudi dan Pengguna Jalan Lain

Merokok dapat mengganggu konsentrasi saat mengemudi karena perokok kerap memperhatikan pegangan tangan pada rokoknya, termasuk membuang abu rokok yang tersisa. Embusan asap yang dikeluarkan ketika merokok juga bakal mengganggu pandangan pengemudi.

"Meski hanya sejenak, teralihnya perhatian dapat membahayakan keselamatan jika di depan mobil ada masalah. Selain itu, bekas abu rokok yang dibuang keluar atau tertiup angin juga membahayakan pengguna jalan lain, apalagi kalau masih ada bara apinya," sebut Auto2000.

2. Meninggalkan Bau Tidak Sedap

Asap rokok akan menempel di berbagai sudut kabin mobil seperti di dasbor, setir, dan panel pintu. Aroma tidak sedap dari nikotin terus menempel dan sangat sulit dihilangkan.

Mobil yang sering digunakan perokok biasanya memiliki bercak kuning di atapnya. Tidak hanya mengganggu, tapi juga membuat kabin tidak nyaman, terutama bagi anak kecil dan orang lanjut usia.

3. Membuat Kotor AC

Asap rokok berpotensi masuk ke sistem sirkulasi AC dan mengendap. Udara dari AC monbil akan bercampur dengan nikotin.

Selain itu, asap rokok juga akan menempel pada filter bahkan menempel pada evaporator AC yang dapat membuat bau tidak hilang walaupun sudah dilakukan penggantian filter kabin. Aroma tidak sedap dari bekas asap rokok akan terus ikut bersirkulasi ketika AC dinyalakan sehingga berpotensi mengganggu kesehatan.

4. Mobil Berpotensi Sulit untuk Dijual

Calon pemilik mobil pasti tidak ingin membeli mobil bekas yang tercium aroma rokok atau bahkan ada bercak nikotin di dalam mobil karena mengindikasikan pemilik sebelumnya perokok atau malas menjaga kebersihan mobil. Kalaupun harus diperbaiki, butuh biaya besar untuk mengembalikan kebersihan kabin mobil dari aroma rokok. Itupun tidak ada jaminan bau khas dan menyengat dari rokok dapat sepenuhnya hilang dari dalam mobil.

Lalu, bagaimana solusinya? Tidak ada solusi lebih bijaksana selain tidak merokok di dalam mobil. Selain untuk menjaga kesehatan, upaya tersebut dapat mencegah kabin dari kontaminasi asap racun sisa rokok, termasuk abu, bara api, puntung rokok, dan noda bekas rokok yang akan membuat kabin kotor dan tidak nyaman untuk ditempati.

Namun, untuk menjaga kabin tetap bersih, terutama dari kotoran lain, cara paling mudah adalah dengan membersihkan interior seminggu sekali sekaligus mencuci keseluruhan mobil. Pastikan kabin bersih dan kering sempurna sehingga tidak meninggalkan jejak kotoran dan bau tidak sedap.

Kurangi frekuensi buka-tutup kaca dan pintu mobil kalau tidak dibutuhkan untuk mencegah udara kotor masuk. Usahakan pula agar tidak makan dan minum di dalam mobil yang akan membuat kabin kotor dan meninggalkan bau tidak sedap. Hati-hati dengan kotoran yang terbawa masuk oleh alas kaki atau pakaian penumpang.

Pastikan sistem sirkulasi AC mobil dalam kondisi prima dengan memeriksa filter kabin untuk menjaga udara yang diembuskannya agar selalu bersih dan memberikan rasa nyaman.



Simak Video "Mitsubishi Pasang Alat Ini di Xpander Supaya Pajak Nggak Mahal"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)