Mobil Penggerak Depan atau Belakang yang Lebih Kuat Nanjak? Ini Jawabannya

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 26 Agu 2021 17:09 WIB
Petugas ganjal mobil yang tidak kuat di tanjakan Jembatan Kali Kenteng, Susukan, Kabupaten Semarang, Minggu (10/6/2018).
Asal bisa menanganinya, melewati tanjakan pakai mobil FWD maupun RWD sama saja. Foto: Eko Susanto/detikcom
Jakarta -

Di kalangan pencinta otomotif, masih ada perdebatan antara mobil berpenggerak roda depan atau front wheel drive (FWD) dan mobil berpenggerak roda belakang atau rear wheel drive (RWD). Kedua sistem penggerak itu punya keunggulan dan kelemahan masing-masing.

Ada yang bilang, mobil FWD cenderung tidak kuat menanjak dibanding mobil RWD. Sebenarnya bukan masalah tidak kuat menanjak, praktisi keselamatan berkendara bilang hal itu tergantung dari kemampuan pengemudi dalam menangani mobil tersebut.

"Secara keseluruhan kalau mobilnya sudah bergerak, sudah ada motion (ada momentum bergerak sebelum tanjakan) sebenarnya nggak ada masalah depan atau belakang," kata praktisi keselamatan berkendara sekaligus Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, kepada detikcom, Kamis (26/8/2021).

Menurut Jusri, kemampuan mobil FWD dan RWD di tanjakan banyak variabelnya. Di antaranya kondisi kendaraan, kondisi jalan apakah sedang licin, hingga kemampuan pengemudinya.

"Kalau semuanya tidak ideal, termasuk pengemudi yang gampang panik hingga traksi kurang seperti jalan licin, maka kondisi ini (penggerak) belakang akan menguntungkan," ujar Jusri.

"Tapi kalau semua ideal, tanjakan curam, ban ideal, pengemudinya juga tahu semua, nggak ada masalah dengan penggerak depan. Perbedaan tidak signifikan. Apalagi kalau traffic-nya tidak macet, nggak ada masalah. Yang paling penting adalah metode step-stepnya itu. Kalau step-step-nya bisa tinggal adjusment, tinggal penyesuaian," katanya.

Jusri mengatakan, dalam menaklukkan tanjakan baik menggunakan mobil FWD maupun RWD yang paling penting adalah menjaga momentum. Caranya, mengindikasikan segala situasi dari awal. Salah satunya dengan menjaga jarak.

"Dia harus bergulir terus. Kalau dia lihat ada mobil dekat-dekat situ, truk misalnya, pasti akan memperlambat momentum. Jadi harus jaga jarak, supaya tidak sampai berhenti di tengah tanjakan tadi. Kemudian pakai gigi yang pas," katanya.

"Usahakan jangan melakukan perlambatan saat menanjak. Caranya jaga jarak dari jauh, supaya tidak melakukan perlambatan. Kalau terlalu mepet, pasti dia akan melakukan perlambatan ketika kendaraan di depan melakukan perlambatan atau berhenti. Jaga jarak supaya terus memelihara momentum," sebutnya.

"Pergerakan itu akan menimbulkan momentum. Sehingga momentum ini akan membuat bobot kendaraan jadi lebih enteng karena ada gerakan momentum bukan gerakan dari mesin saja. Artinya beban mesin jadi lebih rendah."



Simak Video "Pilih Penggerak Roda Depan atau Belakang? Ini Plus-Minusnya"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)