Jangan Rem Mendadak Kalau Mobil Tiba-tiba Pecah Ban, Lakukan Hal Ini

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 06 Agu 2021 12:59 WIB
Kecelakaan fatal  ini berawal dari pecahnuya ban mobil saat melaju cepat.
Ilustrasi ban mobil pecah tiba-tiba. Foto: Instagram: @dashcam_owners_indonesia
Jakarta -

Ban mobil pecah saat berkendara bisa mengakibatkan kecelakaan yang fatal. Karena keseimbangan mobil akan terganggu dan arah roda tidak dapat diprediksi lantaran perubahan gaya dan beban secara tiba-tiba. Oleh sebab itu, kamu harus mengetahui hal apa saja yang perlu dilakukan ketika mobil yang kamu kemudikan mengalami pecah ban.

Seperti dijelaskan Auto2000 dalam keterangan resminya, setidaknya ada 6 langkah yang bisa dilakukan pengemudi mobil saat mengalami pecah ban. Berikut uraiannya.

1. Jangan Panik

Pecah ban sebetulnya merupakan kejadian yang berbahaya tapi masih bisa dikendalikan dimana kata kuncinya adalah jangan panik. Begitu panik, biasanya pengemudi akan mengambil tindakan yang salah dan mobil tidak bisa dikendalikan.

2. Hindari Pengereman Mendadak

Ini merupakan momen paling krusial saat tetiba ban mobil pecah di jalan, apalagi kalau terjadi di jalan tol dengan kecepatan relatif tinggi. Ketika rem diinjak, bobot mobil akan pindah ke depan dan setir akan menarik ke arah ban pecah. Fitur rem ABS tidak dapat memperbaiki situasi karena ban yang pecah sudah tidak memiliki grip ke aspal. Dalam situasi seperti ini, sulit bagi pengemudi untuk memprediksi arah gerak mobil. Bahkan jika pengereman terlalu keras dan ada momentum, mobil bisa terpelanting dan terbalik.

3. Tahan Lurus Kemudi

Meskipun kejadian hanya dalam waktu sekian detik dan kamu panik, perhatikan ban mana yang pecah. Jika ban depan, arah kemudi harus ditahan lurus lebih kuat karena setir akan tertarik ke arah ban yang pecah. Kalau ban belakang yang pecah relatif dapat dikendalikan karena kontrol tetap ada di ban depan. Pertahankan arah kemudi lurus ke depan dan jangan melakukan manuver yang membuat mobil tidak bisa dikendalikan, seperti membelokkan setir ke arah berlawanan yang akan membuat mobil terpelanting dan berpotensi terbalik.

4. Jangan Injak Pedal Kopling

Untuk mobil transmisi manual, jauhkan kaki kiri dari pedal kopling. Saat pedal kopling diinjak, mobil malah akan meluncur deras tidak terkendali karena tidak tertahan oleh beban putaran mesin.

5. Jangan Posisikan Gigi ke Netral

Efeknya sama dengan menginjak pedal kopling karena putaran ban tidak tertahan oleh putaran mesin. Kamu bisa membantu mengurangi kecepatan dengan menurunkan posisi gigi. Namun langkah ini hanya efektif jika laju mobil tidak terlalu kencang karena tidak mudah memindahkan tuas transmisi saat panik dan efeknya kurang terasa pada mobil matik. Jika sulit, cukup pertahankan arah kemudi supaya tetap lurus ke depan.

6. Lepaskan Injakan pada Pedal Gas

Lepaskan pedal gas dan biarkan kecepatan turun dengan sendirinya begitu terdeteksi ada ban mobil yang pecah. Dengan begitu kamu bisa fokus pada upaya mengendalikan arah mobil. Kalau kecepatan sudah mulai berkurang dan terkendali, arahkan kendaraan ke kiri jalan secara perlahan dan jangan lupa aktifkan lampu sein ke kiri. Terus pantau kondisi di belakang via kaca spion. Jika kecepatan sudah cukup lambat, arahkan mobil ke bahu jalan dan biarkan mobil berhenti lantaran kehabisan momentum.

Dan yang paling penting juga, pastikan kondisi mobil kamu selalu prima. Risiko ban mobil pecah dapat dicegah jika kamu rutin melakukan perawatan mobil seperti mengecek tekanan angin ban. Termasuk melakukan rotasi ban secara berkala supaya setiap ban berbagi beban dan mengalami keausan telapak ban secara lebih merata dan proporsional. Selain itu, lakukan spooring dan balancing untuk memastikan ban dan seluruh perangkat kaki-kaki dalam kondisi prima.

(lua/din)