Menggunakan celana jeans yang ketat untuk berkendara dalam waktu lama ternyata tidak baik untuk kesehatan. Ada kasus pengendara sampai tidak sadarkan diri karena menggunakan celana jeans ketat terlalu lama.
Dikutip Cartoq, hal itu dialami oleh seorang pengusaha berusia 30 tahun, Saurabh Sharma. Dia disebut hampir meninggal dunia karena menggunakan celana jeans ketat selama berkendara dalam waktu yang lama.
Saurabh Sharma melakukan perjalanan bolak-balik Rishikesh-Delhi dan balik lagi. Dia mengalami gumpalan pembuluh darah kaki yang juga dikenal sebagai deep vein thrombosis. Pembekuan di pembuluh darah kemudian berjalan ke paru-parunya yang menyebabkan penyumbatan salah satu arteri di paru-paru karena pembekuan darah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ini menyebabkan penurunan aliran darah ke organ vital termasuk jantung dan otak. Sharma yang tidak curiga mengalami kesulitan bernapas dan kemudian tidak sadarkan diri. Dia pingsan dan dengan cepat dilarikan ke rumah sakit.
"Karena tekanan darah rendah dalam waktu lama, ginjalnya tidak dapat berfungsi dengan baik. Dia menjalani terapi dialisis 24 jam. Kami kemudian menemukan bahwa dia menderita emboli paru masif karena perjalanan jauh. Dia mengenakan denim ketat, yang bisa menjadi penyebab gumpalan di kakinya," kata Dr Naveen Bhamri, Director & HoD, Cardiology, Max Super Speciality Hospital.
Diketahui, Saurabh Sharma sedang mengendarai mobil matik dengan celana jeans ketat. Celana jeans dituding menjadi penyebab masalah kesehatannya. Karena Saurabh Sharma tidak terlalu banyak menggerakkan kaki kirinya, mengingat menyetir mobil matic, kakinya tetap diam di posisi itu selama berjam-jam. Celana jeans yang ketat menyebabkan darahnya menggumpal.
Karenanya, ketika melakukan perjalanan jauh pengendara perlu melakukan peregangan. Selain itu, minum banyak air putih dan tetap terhidrasi juga sangat membantu. Juga beristirahat secara teratur saat perjalanan jauh membuat konsentrasi tetap terjaga.
(rgr/lth)
Komentar Terbanyak
Pajak Mobil Indonesia Dicap Paling Tinggi Sedunia
Bayangin Aja! Pajak Toyota Avanza Rp 150 Ribu, Nggak Ada Gesek 5 Tahun Sekali
RI Digusur Malaysia, Ini Sederet Dampak Buruk Penjualan Mobil Turun Terus