Ketemu Pemobil 'Lane Hogger' di Tol, Begini Cara Menghadapinya

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 02 Jul 2021 10:06 WIB
Jasa Marga memberlakukan contraflow di Tol JORR dari Bintara arah Cikampek. Contraflow itu untuk mengurai kemacetan di JORR KM 47.
Ilustrasi berendara di tol Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Tak jarang menemui pengemudi yang berjalan statis pada lajur kanan di jalan tol. Padahal lalu lintas di depannya kosong, perilaku ini disebut juga dengan lane hogger.

"Itu (Lane Hogger) sebutan untuk pengendara yang bergerak status di lajur kanan atau lajur mendahului," kata Andry saat dihubungi detikcom, Rabu (1/7/2021).

Perlu diketahui, lajur kanan hanya digunakan untuk mendahului kendaraan lain. Namun setelah melewati mobil lain disarankan kembali ke jalur tengah atau kiri tol.

Apalagi jika kecepatan mobilnya lambat, tentu saja bisa menghambat mobil lain yang hendak menyalip.

Membalas kelakuan lane hogger bukan tindakan yang tepat. Alih-alih membuat efek jera malah timbul petaka. Lalu apa saja yang perlu dilakukan jika berhadapan dengan para lane hogger?

Hal pertama yang perlu dilakukan ialah memberi sinyal dengan mengedipkan high beam atau lampu jauh (dim) beberapa kali. Jika hendak menyalip jangan terpancing emosi.

"Tidak memancing emosi di jalan dengan membunyikan klakson panjang. Cukup dim berulang dari jauh untuk memberi kode (tidak melakukan kedipan kasar)," kata Andry.

"Jika tidak ada respon pastikan mendahului dari lajur lain dengan sekiranya memperhatikan aspek kemanan di sekitarnya," sambung Andry.

Etika dan berkendara di jalur bebas hambatan sangat penting diketahui bagi pengguna jalan tol. Sebab perilaku lane hogger ini berpotensi terjadinya tabrakan beruntun.

"Bagi kita sendiri ketahuilah etika di jalan dan pembagian lajur khususnya di tol," ucap Andry.

Secara umum jalur tol terdiri dari bahu jalan, lajur kiri, dan lajur kanan. Fungsi tersebud sudah di atur Peraturan Pemerintah Nomor 15 Tahun 2005 Tentang Jalan Tol. Utamanya, pada pasal 41 ayat 1 sampai dengan 3.

Dalam pasal tersebut fungsi jalur paling kanan hanya diperuntukan bagi kendaraan yang bergerak lebih cepat dari kendaraan yang berada pada lajur sebelah kirinya, sesuai dengan batas-batas kecepatan yang ditetapkan

"Secara umum kalau ada 4 lajur itu, lajur 1 dan 2 (kiri) untuk truk dan bus. Sementara lajur 3 dan 4 itu kendaraan pribadi," jelas Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setiyadi ketika dihubungi detikcom beberapa waktu yang lalu.



Simak Video "Nyetir Lama di Jalan Tol Bisa Kena 'Highway Hypnosis', Apa Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)