Viral Pengemudi Pajero Pecahkan Kaca Kontainer-Aniaya Sopir, Begini Cegah Emosi di Jalan

Tim detikcom - detikOto
Minggu, 27 Jun 2021 08:49 WIB
Jakarta -

Aksi road rage kembali terjadi, kali ini penganiayaan dan perusakan yang dilakukan pengemudi Pajero terhadap sopir truk kontainer. Peristiwa itu disebut-sebut terjadi di Sunter, Jakarta Utara.

Dalam video yang beredar, nampak seorang pria berbadan tegap terlibat cekcok dengan sopir truk kontainer. Sopir Pajero kemudian melayangkan tongkat berkali-kali ke arah sopir truk.

Namun sopir truk terlihat tidak melawan dan berusaha menangkis pukulan-pukulan pria tersebut. "Belagu banget kasihan sopir kontainernya, belagu banget mentang-mentang Pajero," ujar perekam video.

Seorang pria berusaha melerai percekcokan tersebut. Setelah ditenangkan, sopir Pajero itu masuk ke dalam mobil, dan menepikan kendaraannya.

Lalu lintas di sekitar macet, terdengar bunyi klakson. Tak lama kemudian, pria berbadan tegap itu keluar mobil dan berlari ke arah truk kontainer. Ia mengayunkan tongkatnya dan memecahkan kaca kontainer bagian depan.

Seperti dikutip dari studi yang dirilis oleh AAA Foundation for Trafic Safety, 80 persen pengemudi mengalami road rage. Banyak hal nekat dilakukan, mulai dari berteriak, memencet klakson secara berlebihan, tailgating, hingga memblok jalan mobil yang telah menyalip mereka hanya untuk bertengkar.

"Sangat normal bagi pengemudi untuk mengalami kemarahan di balik kemudi, tetapi kita tidak boleh membiarkan emosi kita mengarah pada pilihan yang merusak," kata Jake Nelson, Direktur Riset dan Advokasi Keselamatan Lalu Lintas AAA.

"Jangan mengambil risiko memperburuk situasi yang membuat frustrasi karena Anda tidak pernah tahu apa yang mungkin dilakukan pengemudi lain. Pertahankan pikiran yang dingin, dan fokuslah untuk mencapai tujuan Anda dengan aman," sambung dia.

Praktisi keselamatan berkendara juga mengungkapkan terdapat cara untuk mencegah untuk menghindari road rage.

Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Sumana mengatakan hal pertama yang perlu dijaga ialah tingkat ego saat berkendara.

"Berbagi atau toleransi. Di jalan raya ini kan tingkat ego serta kepentingan masing-masing pengendara berbeda-beda, jadi lebih baik memberi ruang daripada berkonflik," kata Sony kepada detikcom, Selasa (13/4/2021).

Lebih lanjut Yudi Prasetio, salah satu praktisi keselamatan berkendara dari Rifat Drive Labs mengatakan terdapat cara untuk mencegah untuk menghindari road rage.

Pertama, ketika hendak berkendara, tubuh harus dalam kondisi fit dengan istirahat yang cukup. Sehingga ketika menyetir pun konsentrasi akan lebih maksimal.

Kedua, manajemen waktu perjalanan. Berangkat lebih awal bisa menjadi salah satu solusi agar memiliki waktu yang cukup, dengan demikian perjalanan tidak menjadi terburu-buru, sehingga potensi melanggar lalu lintas pun semakin terhindar.

"Pilih jalur yang tidak berpotensi terjadi kemacetan, walau jarak tempuh lebih jauh tapi ditempuh dengan lancar jauh lebih baik ketimbang kondisi macet yang berpotensi menyebabkan stress yang akan memicu emosi," ungkap Yudi kepada detikcom beberapa waktu yang lalu.

Tips lain, pengemudi juga mesti paham etika berkendara di jalan. Sebab, bukan tidak mungkin perilaku berkendara juga memancing emosi pengendara lain di jalan.

"Beri tanda (komunikasi) ketika ingin bermanuver seperti menyalip, berbelok, atau berpindah jalur seperti menyalakan sein lebih awal. Bisa juga dibantu dengan menyalakan lampu jauh atau klakson untuk memberi tahu keberadaan kita, namun lakukan dengan sopan dan tidak berlebihan," kata Yudi.

Hindari juga gesture yang berpotensi menimbulkan provokasi. Jangan sampai Anda memancing emosi pengguna jalan lain dengan menyalakan klakson panjang, mengacungkan jari tengah, atau hal-hal lain yang memicu emosi.

"Terakhir, tingkatkan skill dan referensi berkendara dengan mengikuti safety riding atau driving course. Dengan mengikuti pelatihan berkendara maka skill dan referensi bisa bertambah sehingga berkendara menjadi lebih aman," ucap Yudi.

Kapolres Jakut Kombes Guruh Arif Darmawan angkat bicara terkait video viral tersebut. Anggotanya, kata Guruh, sedang menyelidiki kasus penganiayaan dan perusakan ini.

"Sudah dalam lidik anggota kami," kata Guruh ketika dikonfirmasi detikcom, Minggu (6/27/2021) pagi.

Guruh belum bisa memberikan keterangan banyak. Ketika ditanya apakah kepolisian sudah mengantongi identitas pelaku, Guruh menjawab singkat.

"Masih lidik," tutupnya.

(riar/riar)