Cari Alamat Pakai Google Maps? Ini Cara Aman Biar Nggak Nyasar

Luthfi Anshori - detikOto
Kamis, 10 Jun 2021 09:10 WIB
Toyota Rush Test Drive
Tips aman berkendara menggunakan google maps agar tidak kesasar. Foto: Toyota
Jakarta -

Adanya teknologi peta digital seperti google maps memudahkan pengendara mobil ketika mencari alamat atau lokasi yang ingin dituju. Tapi di sisi lain, teknologi navigasi tersebut juga bisa membuat penggunanya tersesat.

Masih terdengar kabar adanya pengguna jalan yang memanfaatkan aplikasi peta digital untuk memudahkan perjalanan namun malah kesasar. Seperti menemui jalan buntu atau jalan yang dilewati tidak sesuai karena mobil dibawa masuk ke jalan sempit. Akibatnya, kamu bisa menemui masalah yang mengganggu bahkan bisa menyebabkan kemacetan atau kecelakaan.

Seperti dijelaskan Auto2000 dalam keterangan resminya, ada beberapa langkah yang harus dilakukan ketika menggunakan peta digital. Apa saja?

1. Atur Peta Sesuai Kebutuhan

Pastikan kamu sudah menyeting peta digital sesuai kebutuhan. Paling mudah adalah memastikan moda transportasi yang dipakai adalah mobil sehingga tidak diarahkan melalui jalan sempit, yang hanya pas untuk sepeda motor atau pejalan kaki. Pelajari pula menu dan fitur lainnya seperti pilihan menggunakan jalan tol.

2. Pelajari Rute yang Dipilih

Ini merupakan langkah paling penting yang wajib dijalankan. Sehabis memasukkan alamat yang dituju, jangan langsung meluncur menuju lokasi. Baca terlebih dahulu rute yang ditunjukkan oleh peta digital untuk mengetahui akan diarahkan lewat mana. Hal ini untuk memberikan gambaran rute yang ditunjukkan guna mencegah tersesat.

Lihat juga apakah rutenya melalui jalan besar atau kecil, termasuk apakah jalannya berliku tanpa henti? Jika ya, hampir pasti kamu diarahkan melalui rute perbukitan. Jangan sampai bingung, perhatikan kondisi kemacetan jalan yang ditandai oleh warna lajur yang diberikan. Pelajari rute alternatif berwarna abu-abu, siapa tahu justru rutenya lebih familiar, nyaman, dan cepat.

3. Ikuti Peta dan Tetap Waspada

Usahakan untuk fokus melihat ke arah jalan dan tidak terlalu sering melempar pandangan ke layar ponsel atau head unit karena berbahaya. Kamu bisa lebih fokus ke perintah suara, yang keluar beriringan dengan arah yang dituju dari aplikasi peta digital sehingga konsentrasi mengemudi tidak terganggu. Jangan berbuat seenaknya seperti melawan arah atau memaksa keluar di pintu tol yang sudah kelewatan.

4. Lihat Patokan atau Legenda

Pada umumnya, peta digital menyediakan legenda-legenda yang memudahkan ketika membaca peta dan bisa dijadikan sebagai patokan arah jalan. Selain itu, perhatikan juga rambu penunjuk arah yang tersedia. Jangan percaya 100% pada peta digital, sebaiknya pelajari rambu yang ada mengingat akurasi aplikasi peta digital di Indonesia masih harus ditingkatkan.

5. Bertanya pada Warga Sekitar

Tidak perlu ragu untuk bertanya pada warga sekitar bila rute yang kamu tempuh dirasa menyesatkan atau membuat bingung. Seperti, jika jalan diarahkan menuju pematang sawah atau masuk ke jalan sempit. Waspadai juga kalau diarahkan menuju wilayah hutan atau perbukitan yang jarang dilalui oleh mobil. Apalagi jika waktu sudah menjelang malam, bertanya pada warga setempat merupakan langkah paling bijak.

"Peta digital memang diciptakan untuk memudahkan pengguna kendaraan. Meski begitu, Anda juga harus paham cara menggunakannya sehingga tidak bermasalah seperti kesasar. Pastikan pula mobil dalam kondisi prima supaya dapat mengikuti rute yang diberikan sehingga selamat sampai tujuan dengan melakukan servis berkala," terang Nur Imansyah Tara, Aftersales Division Head Auto2000, dalam keterangannya, Rabu (9/6/2021).



Simak Video "Meski Sama-sama Peta, Ini Perbedaan Google Maps dan Google Earth"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)