Awas! Salah Derek Mobil Matic, Transmisi Bisa Ambrol

Luthfi Anshori - detikOto
Selasa, 08 Jun 2021 11:04 WIB
Belasan mobil diderek petugas dari Dinas Perhubungan di Kawasan Gambir dan Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (4/7/2019).
Ilustrasi derek mobil matic. (Rifkianto Nugroho/detikOto)
Jakarta -

Mobil matik yang mengalami mogok di jalan tidak bisa sembarangan diderek. Sebab jika metodenya salah, hal itu bisa menyebabkan sistem transmisi mobil matik ambrol. Kok bisa?

Seperti dikatakan Executive Coordinator Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriyadi, penanganan mobil matik yang ingin diderek lantaran mogok, caranya harus tepat.

"Misal mobil matik itu pakai penggerak depan, berarti roda depannya yang harus diangkat. Jangan kebalik (roda belakang yang diangkat)," kata Bambang di Karawang, beberapa waktu lalu.

Lanjut Bambang menjelaskan, jika mobil matik itu menggunakan penggerak belakang, maka roda belakang yang harus diangkat. Singkatnya, prosedur menderek mobil matic harus memperhatikan posisi sistem penggeraknya.

"Jadi jangan sampai penggerak roda itu menggelinding sama aspal. Karena hal itu bisa menyebabkan koplingnya habis, dari C1, C2, B1, B4, dsb," jelas Bambang.

Menurut Bambang, jika roda penggerak ditarik di aspal dengan kecepatan di atas 5 km/jam, dengan jarak lebih dari 30 km, maka kopling akan kering.

"Karena mobil matic itu pelumasannya dengan oli yang dipompa, dan pompa itu hanya bekerja ketika engine bekerja. Ketika gear ada di posisi N, maka koplingnya tetap nempel, tapi dia nggak menekan (alias release). Jadi ketika diderek koplingnya tetap kena, karena olinya nggak bekerja," terang Bambang.

Untuk keamanan, Training Development, Section Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Aji Prima Barus Nurcahya, menyarankan kepada pengguna mobil matic yang mogok agar lebih mengutamakan menggunakan towing.

"Ketika tidak ada sistem pelumasan, tapi roda dipaksa berputar, maka akan membuat aus dan hancur komponen disc dan flank. Ketika mobil matik mogok disarankan yang pertama harus menggunakan towing. Jadi mobil benar-benar digendong diangkat keempat rodanya, tidak bergerak sama sekali. Supaya tidak terjadi kerusakan pada sistem transmisi matic-nya," ujar Aji, dalam diskusi virtual beberapa waktu lalu.

(lua/din)