Ketemu Pengendara Arogan di Jalan Raya, Kita Harus Apa?

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 21 Mei 2021 15:40 WIB
Banjir di sejumlah titik di DKI Jakarta, berimbas kepada lalu lintas di ruas Tol Jagorawi. Kemacetan parah terjadi di rua tol yang mengarah ke Gerbang Tol Cililitan.
Apa yang harus dilakukan kalau bertemu pengendara arogan di jalan? Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Kerap kali di jalan raya kita bertemu dengan pengendara yang arogan. Tak jarang pula pengendara yang arogan itu menyulut emosi pengendara lainnya.

Bahkan, sering terjadi bentrokan antara pengendara arogan dengan pengguna jalan lainnya. Lalu, apa yang harus dilakukan jika kita bertemu pengendara arogan di jalan raya?

"Kita jangan mencoba menghalanginya dengan tujuan memberi pelajaran. Karena kita tidak bisa mengubah mereka dalam waktu sesaat yang justru membuat kita terbawa arus emosi dari kelakuan mereka," kata praktisi keselamatan berkendara yang juga Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, kepada detikcom, Jumat (21/5/2021).

Sony menyarankan, jika bertemu pengendara arogan di jalan raya sebaiknya jauhkan diri sehingga tidak berada di dekatnya. Dengan begitu, suasana hati atau mood kita sebagai pengendara tetap terjaga positif.

"Urusan penindakan serahkan kepada para petugas. Karena sepandai-pandai mereka mengelabui suatu saat pasti tertangkap juga," ucap Sony.

Sementara itu, Sony menyebut jenis kendaraan juga bisa membuat penggunanya cenderung arogan. Untuk menjadi arogan di jalan, kata Sony, memang salah satunya memerlukan kendaraan yang tinggi, kuat dan besar.

Dia menyebut, karakter kendaraan, warna dan modifikasi dapat mencerminkan pemiliknya. Kata dia, ada beberapa karakter kendaraan yang bisa menimbulkan arogansi pengemudinya.

"Berbentuk tinggi akan terlihat lebih mampu menjangkau semuanya, sehingga merasa memiliki kelebihan dari kendaraan lainnya. Berbentuk besar, pengemudi merasa lebih harus mendapat prioritas dari yang lainnya. Berbentuk kokoh, membuat pengemudi lebih secure apabila harus kontak fisik," sebut Sony.

"Itu kenapa mobil-mobil yang kecil jarang arogan," sambungnya.



Simak Video "Kapolri Resmikan Indonesia Safety Driving Center di Tangsel"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)