Viral Fortuner Pakai Plat Dinas Polisi Palsu, Netizen: Sok Jago, Petantang-Petenteng!

Tim detikcom - detikOto
Jumat, 21 Mei 2021 06:33 WIB
Mobil Fortuner berpelat dinas Polri dicegat di Jakarta Timur
Foto: Mobil Fortuner berpelat dinas Polri dicegat di Jakarta Timur (Tangkapan layar video viral)
Jakarta -

Mobil Toyota Fortuner dengan tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB) kendaraan dinas Polri bernomor 351-00 diamankan pihak kepolisian. Mobil tersebut terjaring di Jatinegara, Jakarta Timur, dan ternyata palsu.

"(Pengemudi) menggunakan pelat dinas palsu yang tidak sah atau tidak dikeluarkan oleh SLOG Polri," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo saat dihubungi detikcom, Kamis (20/5/2021).

Peristiwa itu terjadi di lampu merah Santa Maria, Jatinegara sekitar pukul 11.00 WIB. Sambodo mengatakan penangkapan pengemudi dilakukan setelah polisi mendapat laporan warga yang kerap melihat mobil tersebut melintas di lokasi.

Selain itu, dipastikan pengemudi juga bukan anggota polisi. Pengemudi Fortuner tersebut kini tengah menjalani pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Timur.

"Pengemudi inisial S, proses lanjut diserahkan ke Polres Jakarta Timur," kata Sambodo.

Pemalsuan pelat nomor kendaraan ini bersinggungan dengan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Jika ada indikasi pemalsuan (STNK dan/atau pelat nomor kendaraan), akan dilakukan penilangan serta diproses pidana pemalsuan sesuai ketentuan yang berlaku. Sanksi pidana itu sebagaimana diatur dalam UU sebagai berikut:

1. Pasal 280, melanggar tidak dipasangi tanda nomor kendaraan bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

2. Pasal 287 Ayat 1, melanggar larangan yang dinyatakan dengan rambu lalu lintas, pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

3. Pasal 288 Ayat 1, melanggar tidak dilengkapi dengan STNK atau surat tanda coba kendaraan bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp 500.000.

Sebelumnya video tersebut diunggah melalui akun twitter @TMCPoldaMetro, kini turut mengundang perhatian warganet. Banyak yang heran kenapa masih ada pengemudi yang memalsukan pelat nomor kedinasan untuk kendaraan pribadi.

"Kaya gini nih biasanya yg suka arogan di jln," tulis seorang warganet.

"Banyak orang petantang petenteng di indo ya.. untung ketauan," komen yang lain.

"Sok jago, minta prioritas, jgn kasih kendor ndan," timpal lainnya.



Simak Video "Raup Miliaran dari Pembobolan ATM, WN Belanda & Rusia Diciduk Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)