Kelebihan dan Kekurangan Transmisi CVT Pada Mobil

Luthfi Anshori - detikOto
Sabtu, 08 Mei 2021 16:42 WIB
PT Honda Prospect Motor (HPM) baru saja mengenalkan Honda Jazz terbaru. Ada 4 varian yang ditawarkan yaitu Honda Jazz MT, CVT, Honda Jazz RS MT, dan RS CVT.
Transmisi CVT. Apa kelebihan dan kekurangannuya (Rengga Sencaya)
Jakarta -

Tansmisi otomatis CVT atau Continuously Variable Transmission banyak digunakan di mobil-mobil keluaran terkini. Tapi tahukah Anda, apa kelebihan dan kekurangan transmisi CVT pada mobil?

Dikutip dari laman Daihatsu, transmisi CVT berkecepatan tunggal dengan rasio kecepatan yang berubah-ubah secara otomatis dengan menyesuaikan kebutuhan torsi ketika mengemudi.

Dengan demikian, ketika mobil Anda menggunakan transmisi CVT dan ingin mengubah gigi, mobil mesin tidak memberikan hentakan sama sekali.

Akan tetapi, seperti komponen umumnya, setiap transmisi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Apa saja sih? Berikut penjelasannya seperti dikutip dari laman Daihatsu.


Kekurangan Transmisi CVT:

1. Perawatan Mahal

Hal pertama yang perlu di-highlight dari transmisi CVT adalah biaya yang menguras kantong pengendara. Tidak seperti transmisi konvensional lain yang bisa diganti per bagiannya, transmisi CVT harus diganti secara keseluruhan jika ada kerusakan di satu bagiannya.

Penggantian itu mulai belt hingga pulley, tentu saja memakan biaya yang fantastis karena bisa mencapai puluhan juta rupiah. Biaya penggantian ini tentu saja jauh lebih mahal dibanding biaya perbaikan untuk transmisi lain, seperti transmisi AT.

2. Hanya Cocok untuk Aktivitas Ringan

Transmisi CVT disebut lebih baik digunakan untuk mobil yang digunakan hanya untuk keseharian dengan pengendara yang sabar. Maksudnya, jika Anda sering bepergian ke tempat dengan medan yang terjal dan banyak tanjakan, transmisi CVT tentu saja tidak cocok.

Hal ini dikarenakan transmisi CVT memang tidak dibuat untuk mobil yang kerap membawa beban berat dan melewati daerah terjal nan berliku dengan performa tinggi.

3. Torsi Terbatas

Sudah banyak pengguna transmisi CVT yang mengeluh bahwa tarikan mesin lebih lemot karena sulit mendapatkan kecepatan instan. Hal ini membuat pemgendara tidak bisa dengan maksimal menjalankan mobil ketika macet karena bisa terjadi masalah dengan tarikan stop and go.

Ketika pengendara terjebak macet lalu mencoba menjalankan mobil dalam kecepatan paling lambat secara kontinu, bisa-bisa mobil mengalami masalah dan menimbulkan getaran tak wajar.

4. Servis Terbatas

Selain biaya perbaikan yang harus satu set secara langsung sehingga membutuhkan biaya yang mahal, tempat servis untuk kendaraan dengan transmisi CVT juga terbatas. Hal ini dikarenakan tidak banyak bengkel yang mau dan mampu memperbaiki transmisi CVT yang bermasalah.

Kelebihan transmisi CVT:

1. Perpindahan Gigi yang Halus

Yang patut diacungi jempol dari transmisi CVT adalah perpindahan rasio kecepatannya sangat halus sehingga Anda tidak akan merasa kaget ketika berpindah gigi. Tidak adanya hentakan ini dikarenakan transmisi CVT tidak memiliki gearbox, sehingga lebih nyaman digunakan.

2. Ramah Lingkungan

Power loss yang dimiliki oleh transmisi CVT tergolong kecil sehingga tidak membuang tenaga dan bahan bakar secara berlebih. Hal ini otomatis membuat mobil dengan transmisi CVT akan lebih menghemat bahan bakar sehingga ramah lingkungan.

3. Tidak Perlu RPM Tinggi

Jika pada transmisi lain rpm harus selalu disesuaikan ketika berpindah gigi, maka di transmisi CVT tidak demikian. Ketika Anda ingin mendapatkan tarikan tenaga yang besar dari mesin, hal itu tidak perlu dicapai pada rpm tinggi.

Hal ini yang kemudian juga mempengaruhi penggunaan bahan bakar pada penjelasan sebelumnya.

Itulah kelebihan dan kekurangan transmisi CVT yang bisa Anda ketahui untuk dipelajari lebih lanjut. Kesimpulannya, jika Anda mengemudikan mobil hanya untuk keperluan harian, transmisi ini cocok sekali untuk digunakan karena bisa menghemat biaya bahan bakar dan nyaman dioperasikan.



Simak Video "Suka Campur-campur Bensin, Ini Bahayanya Buat Kendaraan"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)