Bus Vs Avanza Tewaskan 9 Remaja Masjid Diduga karena Ban Pecah, Ingat Tips Ini

Tim detikcom - detikOto
Senin, 22 Feb 2021 17:39 WIB
Ilustrasi Ban Mobil Pecah
Kecelakaan bus vs Avanza di Sumatera Utara diduga karena pecah ban. Ingat tips ini agar tak terjadi kecelakaan serupa. Foto: Newspress
Jakarta -

Sebanyak sembilan orang tewas akibat kecelakaan antara bus dengan Toyota Avanza di Tebing Tinggi, Sumatera Utara. Kecelakaan itu diduga dipicu karena pecah ban.

Dirlantas Polda Sumut Kombes Valentino Alfa Tatareda mengatakan kecelakaan tersebut diduga akibat mobil Avanza mengalami pecah ban. Sementara itu dari arah berlawanan melaju bus.

"Update terakhir dari tim Ditlantas dengan Kasat Lantas, diduga mobil Avanza mengalami pecah ban lalu oleng ke kanan. Bersamaan datang bus CV Intra dari arah berlawanan lalu terjadi laka (kecelakaan)," kata Valentino.

Kecelakaan akibat ban pecah sering kali terjadi. Ban pecah banyak penyebabnya. Menurut praktisi keselamatan berkendara yang juga Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, kejadian pecah ban 70 persennya berakhir kecelakaan. Sisanya karena keberuntungan dan karena skill pengemudi yang mumpuni.

"Menghadapi pecah ban nggak ada rumusnya. Yang ada hanya cara meminimalkan risiko kecelakaan yang lebih parah. Karena 70% itu (kasus pecah ban berakhir kecelakaan), dan cara satu-satunya cuma maintain kecepatan di 60 km/jam," kata Sony kepada detikOto belum lama ini.

Kasus pecah ban bisa berakibat fatal jika pengemudinya salah mengantisipasi. Dia menyarankan, saat ban pecah sebaiknya kendalikan setir dan kurangi kecepatan secara bertahap.

"Teorinya, ketika pecah ban, maka setir akan menarik/berputar ke arah ban yang pecah. Karena ban yang pecah lebih berat. Sekalipun pengemudi menahan setir tersebut, tetap arah mobil berubah ke arah ban yang pecah itu. Hanya itu (mengendalikan setir dan mengurangi kecepatan secara bertahap) yang harus dilakukan oleh pengemudi," ujarnya.

Sony, menyarankan agar pengendara tidak panik jika ban mobil pecah. Sebab, Ia menyebut, jika ban mobil pecah sikapi dengan tenang. Hal itu agar pengendara tetap dapat berpikir jernih.

"Segera tepikan kendaraan ke bahu jalan dan pasang segitiga pengaman. Setelah itu tenangkan pikiran dan segera cari atau tunggu bantuan apabila tidak lengkapnya alat-alat," kata Sony.

Ada beberapa salah kaprah pengemudi saat terjadi ban pecah yang bisa berakibat fatal. Kesalahan pertama adalah ketika pengemudi menginjak pedal kopling setelah ban pecah.

"Kalau pedal kopling diinjak maka laju kendaraan tidak tertahan sehingga free wheel atau tidak melambat," kata Sony.

Kesalahan kedua adalah jika pedal gas tetap diinjak. Kata Sony, kondisi itu akan membuat laju kendaraan semakin liar. Disarankan agar gas dilepas sehingga engine brake berfungsi membantu pengemudi dalam mengurangi laju kendaraannya.

"Ketiga, kalau pedal rem diinjak, mobil akan semakin melintir akibat tekanan ban yang pecah semakin berat," ucap Sony.

Dia menyarankan sebaiknya saat pecah ban jangan langsung menginjak pedal rem secara ekstrem. Kurangi kecepatan secara bertahap.

Selanjutnya, yang biasanya membuat mobil terbalik setelah pecah ban adalah salah menginjak pedal rem dan setelah ragu-ragu melepas rem tersebut. "Kenapa? Karena mobil jadi oleng dan selip, bisa berujung terbalik," tutupnya.



Simak Video "Jangan Salah Kaprah! Jalan Tol Bukan untuk Geber Mobil Sebebasnya"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)