Viral Pecah Ban di Tol, Kurangi Juga Risiko Pecah Ban dengan Hal Ini

Faidah Umu Sofuroh - detikOto
Sabtu, 13 Feb 2021 11:28 WIB
Turanza
Foto: Turanza
Jakarta -

Insiden adanya beberapa mobil pecah ban di ruas Jalan Tol Jakarta Cikampek Km 39+500 tengah ramai diperbincangkan beberapa waktu ini, yang diduga disebabkan kendaraan menghantam jalan berlubang.

Pecah ban di jalan tol kerap jadi hal yang mengerikan karena biasanya pengendara tengah melaju dalam kecepatan tinggi. Saat pecah ban, kemudi akan terasa berat ke arah ban yang pecah. Dalam kondisi ini, kemudi dan kendaraan akan sangat sulit dikendalikan dan bisa berakibat kecelakaan.

Melansir CNN Indonesia, Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) mengatakan pengemudi mobil yang mengalami insiden pecah ban bisa melakukan beberapa tindakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

Bila tiba-tiba ban pecah usai menghantam lubang kemudian merusak pengendalian, menurutnya pengemudi sebaiknya tidak merespons dengan menginjak salah satu pedal seperti kopling, rem, atau gas. Pengemudi harus tetap tenang, memegang kemudi dengan kuat sembari menjaga arah mobil tetap berada di jalurnya. Setelah itu, pengemudi diminta untuk melihat sekitar mobil dan menepi ke bahu jalan.

Selain antisipasi pengemudi terhadap titik lubang di jalan rusak, ternyata ada juga hal lain yang bisa dilakukan untuk mengurangi risiko pecah ban di jalan, yaitu menjaga tekanan angin.

"Jika tekanan angin ban kurang misalnya, ketika terjadi benturan cukup keras, maka bagian dinding (sidewall) dapat mengalami defleksi yang berlebihan (seperti terlipat), yang menyebabkan benang (cord) mudah putus," ucap Deputy Head of OE PT Bridgestone Tire Indonesia Fisa Rizqiano dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/2/2021).

Demikian juga halnya kondisi ban yang kempis, jika dijalankan terus menerus dapat menyebabkan panas berlebihan, sehingga dapat mengakibatkan benang pada dinding panas dan rusak. Oleh karena itu, pengemudi selalu membiasakan diri mengecek kondisi tekanan udara pada ban sesuai dengan rekomendasi pabrikan mobil sebagai langkah antisipatif.

Terkait dengan menjaga kondisi tekanan ban agar selalu dalam keadaan baik, Bridgestone Indonesia memberikan tips memeriksa tekanan angin ban yang mudah diikuti bagi para pengendara.

1. Lakukan pengecekan tekanan angin 1 sampai 2 kali dalam seminggu

Bagi Anda yang masih aktif mobilisasi dengan kendaraan pribadi, alangkah baiknya untuk memeriksa tekanan angin 1 - 2 kali dalam seminggu. "Atau biasakan memeriksa tekanan angin sesaat sebelum melakukan perjalanan, hal ini guna meminimalisir kemungkinan Anda berkendara dengan tekanan angin yang tidak sesuai," ujar Fisa.

2. Lakukan saat kondisi dingin

Periksa tekanan angin saat kondisi ban dalam keadaan dingin. Jika anda melakukan pemeriksaan sesaat setelah kendaraan digunakan, maka ban masih dalam kondisi suhu yang panas. Hal ini memicu memicu naiknya temperatur, dan saat diukur akan terbaca relatif lebih tinggi.

3. Periksa pentil ban

Tidak hanya tekanan angin, pengendara juga harus memeriksa kondisi pentil ban. "Cara yang mudah untuk ini adalah dengan membasuh pentil dengan air sabun. Jika terdapat gelembung udara maka terjadi kebocoran pada pentil, sebaiknya anda langsung mengganti dengan yang baru," Fisa menambahkan. Dan pastikan juga tutup pentil selalu terpasang.

Tiga langkah mudah tersebut bisa anda lakukan sendiri di rumah, hal ini guna menjaga salah satu fungsi utama ban yaitu meredam getaran dari permukaan jalan. "Bersama suspensi, ban harus mampu menyerap goncangan yang dihasilkan oleh permukaan jalan yang tidak rata sehingga pengemudi tetap aman dan nyaman berkendara," tutup Fisa.

Jika Anda tidak punya cukup waktu, maka percayakanlah perawatan ban kepada ahlinya. Pemilik kendaraan dapat mengunjungi bengkel mobil yang sudah memiliki peralatan memadai untuk melakukan merawat ban, misalnya, Toko Model (TOMO) atau BOSS (Bridgestone One Stop Service) yang merupakan jaringan outlet resmi Bridgestone.

Selain peralatan yang memadai, pada setiap outlet resmi Bridgestone juga terdapat tire sales advisor (TSA) yang tersertifikasi langsung dari Bridgestone untuk berkonsultasi mengenai kondisi ban dan aspek keselamatan terkait ban, termasuk produk Bridgestone yang cocok untuk berbagai kendaraan.

(mul/ega)