Musim Hujan Tiba, Ini Cara Mencegah Timbulnya Karat di Mobil

Luthfi Anshori - detikOto
Jumat, 19 Feb 2021 16:59 WIB
detikcom bersama Toyota Cross Hybrid sukses menjelajah beragam medan dalam Road Trip Jakarta-Bali. Salah satunya hujan deras yang mengguyur selama perjalanan.
Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Musim hujan tiba, pemilik mobil harus lebih waspada terhadap risiko timbulnya karat. Karat biasanya menyasar benda yang terbuat dari logam. Ini terjadi karena adanya reaksi kimia atau korosi, dengan akibat kerusakan di permukaan besi, termasuk sasis dan bodi mobil. Ibarat kanker di tubuh manusia, karat akan menyebar dengan cepat dan sulit diatasi jika sudah mencapai level parah.

Sebelum kerusakan terjadi, detikers bisa melakukan langkah pencegahan sehingga karat tidak timbul di bodi mobil. Seperti dijelaskan Auto2000 dalam keterangan resminya, Anda perlu mengetahui pemicu karat mobil dan cara mencegahnya.

Pemicu Karat Muncul

Salah satu pemicu karat mudah tumbuh adalah kandungan mineral yang tinggi pada air laut. Makanya, pemilik mobil yang tinggal atau sering beraktivitas di wilayah dekat pantai harus lebih hati-hati merawat mobilnya karena sifat air laut yang korosif. Berikutnya adalah air hujan yang juga mengandung mineral dan memiliki tingkat keasaman tinggi, terutama di wilayah perkotaan dengan level polusi tinggi.

Benturan atau tabrakan yang membuat cat mobil terkelupas bisa dimanfaatkan oleh karat untuk tumbuh lantaran hilangnya lapisan pelindung bodi mobil. Termasuk kotoran seperti lumpur atau kotoran binatang yang dapat mengikis permukaan cat. Atau yang sepele, penggunaan alat mencuci mobil seperti sikat kawat atau cairan pembersih yang terlalu kuat dapat mengikis lapisan cat atau anti karat.

Cara Mencegah Karat

Kunci dari pencegahan proses korosi di bodi mobil adalah menjaga kebersihan mobil seoptimal mungkin. Di tengah kondisi cuaca tidak menentu seperti sekarang, detikers harus mencuci mobil sesering mungkin untuk memastikan sisa air hujan dan kotoran tidak menempel. Pastikan mobil kering sempurna dan tidak lembab, terutama area kolong, celah dan sambungan di mobil yang merupakan bagian paling rawan karat.

Perhatikan jika ada bagian mobil yang terkikis lapisan cat atau anti karatnya dan segera perbaiki. Termasuk untuk mobil yang pernah terlibat kecelakaan sehingga bodi baret atau penyok, segera diperbaiki dan jangan menunggu terlalu lama dengan alasan untuk menghemat biaya asuransi atau belum sempat.

Untuk memeriksa bodi mobil dari potensi karat, Anda bisa berkonsultasi dengan service advisor di bengkel-bengkel resmi pabrikan. Jika dimungkinkan, Anda bisa melakukan pelapisan ulang anti karat mobil, karena seiring waktu lapisan tersebut akan menipis.

"Jangan pernah remehkan karat karena begitu terdeteksi butuh tindakan segera agar tidak menjalar dan merusak bodi mobil. Oleh sebab itu, lakukan pengecekan bodi mobil, termasuk melakukan pelapisan ulang anti karat di bagian yang membutuhkan," kata Nur Imansyah Tara, Aftersales Division Head Auto2000.



Simak Video "Tips Libur Long Weekend di Musim Hujan"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)