Bingung Kapan Mobil Kamu Harus Ganti Ban? Simak Tips Berikut Ini

Faidah Umu Sofuroh - detikOto
Selasa, 16 Feb 2021 18:52 WIB
Bridgestone
Foto: Bridgestone
Jakarta -

Awal tahun dan menjelang Lebaran biasanya menjadi momen pemilik mobil mempertimbangkan untuk mengganti ban mobilnya. Sebelum membeli ban baru, pemilik mobil biasanya akan mengingat-ingat kapan terakhir dia membeli ban dan sudah berapa ban tersebut terpasang di mobilnya.

Waktu yang tepat ban mobil harus diganti telah lama menjadi diskusi di kalangan pengguna mobil. Termasuk apakah ada batasan kilometer atau jangka waktu tertentu dari pabrikan mobil atau pabrikan ban mengenai kapan ban harus sudah diganti.

Head of Corporate Communications & Public Relations PT Bridgestone Tire Indonesia Arko Kanadianto menyampaikan belum ada rekomendasi khusus dari pabrikan ban mengenai batasan kilometer atau jangka waktu pengguna mobil harus mengganti bannya.

Dengan demikian yang menjadi parameter untuk ban kendaraan harus diganti tetap adalah indikator keausan (tread wear indicator) dan pengamatan pada kondisi fisik dari ban itu. Berikut ini adalah tips dari Bridgestone mengenai cara menentukan apakah ban mobil kamu perlu diganti atau belum.

1. Periksa Indikator Keausan Ban

Indikator utama ban harus diganti atau belum dapat dilihat dari indikator keausan atau tread wear indicator (TWI) yang bisa dilihat secara langsung pada telapak ban. Ban adalah sparepart mobil lainnya yang habis karena pemakaian, seperti juga kanvas rem, dan lain sebagainya. Jika telapak ban sudah mulai menipis hingga menyentuh TWI, maka ban sudah saatnya untuk diganti.

"Secara umum ban yang berkualitas bagus dapat dipakai sampai dengan keausan telapak ban menyentuh TWI. Jadi pastikan kualitas menjadi pertimbangan kamu ketika membeli ban," ungkap Arko dalam keterangan tertulis, Selasa (16/2/2021).

Di samping itu ada juga kemungkinan kondisi dimana keausan telapak ban terjadi secara tidak rata misalnya hanya pada salah satu atau lebih spot, misalnya akibat pemakaian atau wheel alignment yang kurang pas. Untuk hal ini Arko tetap menyarankan untuk tetap melihat TWI dan kondisi keausan ban secara menyeluruh, jika ada salah satu spot yang keausannya telah mencapai TWI, mau tidak mau ban tetap harus diganti.

BridgestonePosisi Tread Wear Indicator (TWI) Foto: Bridgestone

2. Periksa Kondisi Fisik Sisi Ban

Selain karena telapak ban yang sudah hampir habis, penggantian ban juga wajib dilakukan apabila ada kerusakan fisik yang terlihat baik di telapak ban maupun dinding samping ban. Sebagai satu-satunya bagian mobil yang menyentuh jalanan, ada kemungkinan terdapat kerusakan pada spot tertentu atau adanya goresan (tread cut/chipping) yang dapat mempengaruhi kinerja dan keamanan ban.

Arko menyampaikan kerusakan biasanya terjadi karena usia pemakaian atau melewati kondisi jalan yang rusak atau ban terbentur benda keras baik di telapak maupun sisi ban. Jika ada kerusakan fisik, maka mau tidak mau ban wajib diganti walaupun telapaknya belum terjadi keausan atau habis.

Apabila pemilik mobil ragu mengenai kondisi bannya sudah harus diganti atau belum, maka bisa pula mengunjungi bengkel mobil atau outlet resmi Bridgestone yaitu Toko Model (TOMO) atau BOSS (Bridgestone One Stop Service).

Selain peralatan yang memadai, pada setiap outlet resmi Bridgestone juga terdapat tire sales advisor (TSA) yang tersertifikasi langsung dari Bridgestone untuk berkonsultasi mengenai kondisi ban dan aspek keselamatan terkait ban, termasuk produk Bridgestone yang cocok untuk kendaraan Anda.

Jaringan outlet resmi Bridgestone bisa Anda temui di 112 kota yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Sebagai salah satu pemimpin pasar di ban kendaraan penumpang, Bridgestone selalu ingin melayani pelanggan dengan menyediakan ban bermutu tertinggi. Ban Bridgestone saat ini tersedia dalam berbagai pattern dan size yang selalu berusaha memenuhi kebutuhan ban, apapun kendaraan Anda.

Simak video 'Keren! TNI Bikin Ban Tanpa Udara dan Tak Bisa Pecah':

[Gambas:Video 20detik]



(fhs/din)