Viral Mercy Ringsek Diajak Ngebut, Begini Etika Test Drive Mobil Baru

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Selasa, 16 Feb 2021 08:23 WIB
Mercedes-Benz tabrak pipa
Lagi test drive, Mercedes-Benz tabrak pipa. Foto: Twitter @My_CrimeWatch.
Jakarta -

Sebuah mobil baru yang sedang di-test drive ringsek. Peristiwa ini viral di media sosial. Pria di Malaysia yang sedang mencoba Mercedes-Benz AMG 43 seharga miliaran rupiah membuat mobil itu ringsek.

Dilaporkan, seorang calon pembeli Mercy malah menabrakkan mobil yang dijual seharga miliaran rupiah tersebut saat test drive. Test drive biasanya sekadar berkeliling sekitar dealer atau bahkan hanya duduk dan merasakan sensasi berada di belakang kemudi mobil baru agar yakin untuk membeli mobil tersebut.

Dalam video yang diunggah oleh akun @My_CrimeWatch, terlihat seorang pria membejek gas Mercedes-Benz AMG 43. Saat hendak memasuki tikungan, sopir hilang kendali, dan knalpot sempat menderu. Brakk.. tiba-tiba saja mobil sudah menghajar pipa, grille dan bemper mobil terlihat mengalami kerusakan.

Rincian kerusakan akibat kecelakaan itu sedang diidentifikasi, belum diketahui apakah pelanggan harus mengganti kerugian.



Peristiwa ini mendapat berbagai tanggapan. Apalagi, pria itu baru sekadar test drive dan sudah membuat mobil Mercy rusak. Menurut praktisi keselamatan berkendara yang juga Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, dalam melakukan test drive mobil baru pun ada etikanya.

"Mobil yang baru launching atau baru di-test drive atau pengemudi baru pertama coba dan lain-lain, itu harus paham dulu karakter, keseimbangan, serta fitur-fiturnya. Jangan mentang-mentang merasa pernah atau merasa punya skill hebat terus main bejek gas. Sudah banyak kasus seperti ini dan memalukan," ujar Sony kepada detikOto, kemarin.

Tak jarang, peristiwa serupa terjadi. Karena pengemudi belum melakukan adaptasi saat melakukan test drive, mobil pun rusak karena kecelakaan. "Ada juga Youtuber hidupin mesin Porche dan nabrak kaca showroom," kata Sony.

Dia menyarankan, saat pertama kali mengendarai sebuah mobil yang belum pernah dicoba, lakukan adaptasi terlebih dahulu. Sebab, setiap kendaraan memiliki karakter yang berbeda-beda.

"Lakukan akselerasi dan deselerasi secara smooth untuk tahu pitch-nya. Kontrol kecepatan dan gerak-gerakkan setirnya untuk tahu batas body roll-nya. Walaupun semua mobil sama secara roda ada empat dan setirnya bulat, tapi operasionalnya berbeda-beda," kata Sony.

"Setelah itu baru bisa menambah kecepatan sesuai dengan kemampuan, akal sehat, aturan jalan dan jenis mobilnya," pungkasnya.



Simak Video "Kapolri Resmikan Indonesia Safety Driving Center di Tangsel"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)