5 Hal yang Pengaruhi Uji Emisi Kendaraan

M Luthfi Andika - detikOto
Kamis, 28 Jan 2021 07:13 WIB
Petugas melakukan uji emisi kendaraan di Kantor Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta kawasan Kramat Jati, Jakarta, Selasa (3/11/2020). Uji emisi yang diberlakukan secara gratis itu akan rutin digelar setiap Selasa dan Kamis.
Uji emisi. Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mewajibkan kendaraan yang melintas di Ibu Kota harus lulus uji emisi. Sebagai catatan uji emisi gas buang ini akan menggunakan alat yang mampu mengukur dan menganalisa kandungan CO (Karbon Monoksida), HC (Hidrokarbon, CO2 (Karbon Dioksida), O2 (Oksigen) dan NO (Nitrogen Oksida).

Nah penasaran soal uji emisi? Berikut seluk beluk yang mempengaruhi uji emisi kendaraan seperti dikutip Seva.id.

1. Kualitas sistem pembakaran

Salah satu bagian yang berperan penting pada emisi gas buang sebuah kendaraan adalah sistem pembakaran.

Dikatakan busi mobil yang berperan mengalirkan pembakaran dan memberikan energi pada mobil perlu dirawat dan diperhatikan kualitasnya. Sebab, jika tidak terawat, berjamur atau berkarat, maka busi mobil yang rusak ini akan menghasilkan pembakaran yang tidak sempurna.

2. Pemilihan Bahan Bakar Minyak

Pemilihan bahan bakar menjadi hal yang paling penting. Setiap produsen otomotif akan memberikan rekomendasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) kepada konsumen.

Langkah tersebut dilakukan, agar performa mesin dari mobil tetap maksimal, tak terkecuali pada proses pembakaran. Agar pembakaran dalam ruang mesin bisa berlangsung lebih sempurna, gunakanlah bahan bakar yang sesuai rekomendasi pabrikan.

Pembakaran yang sempurna dapat menekan angka CO karena minimnya endapan karbon pada ruang bakar dari sisa pembakaran bermasalah. Selain itu, sering mengganti bahan bakar kendaraan dengan tingkat oktan yang berbeda juga akan membuat pembakaran tidak sempurna dan menyebabkan tangki menjadi kotor.

Jika hal tersebut terjadi, maka sebaiknya tangki bahan bakar kendaraan segera dikuras oleh mekanik profesional di bengkel resmi.

3. Oli mesin juga berpengaruh

Saat terjadi suatu proses pembakaran, karbon sisa-sisa hasil pembakaran bisa saja menempel di beberapa bagian mesin. Pada momen inilah fungsi oli sebagai pembersih akan bekerja. Oleh karena itu oli punya peran vital mendukung kinerja mesin agar selalu optimal. Jika selama ini oli mesin tidak dicek selama servis berkala, bisa-bisa mesin akan terganggu.

4. Kondisi knalpot juga penting

Tidak hanya komponen di dalam mesin yang perlu diberi perhatian lebih, knalpot juga juga harus dicek berkala. Sisa-sisa pembakaran mesin atau asap dari mesin akan dibuang melalui knalpot. Namun, perlu diketahui bahwa knalpot merupakan komponen yang rentan mengalami keropos dan bocor.

Jika hal tersebut terjadi, maka berisiko membuat tekanan pada sirkulasi gas buang berkurang dan mengganggu kinerja mesin, bahkan bisa membuat emisi gas buang menjadi meningkat.

5. Perawatan kendaraan secara berkala

Emisi gas buang erat kaitannya dengan kualitas sistem pembakaran pada mobil. Jika kualitas sistem pembakaran tidak dalam kondisi yang prima, maka akan berpengaruh ke emisi gas buang yang dihasilkan mobil.

Maka dari itu, kesadaran pemilik mobil dalam melakukan perawatan secara berkala sangat diperlukan. Artinya, melakukan perawatan secara berkala tak hanya memberikan dampak yang baik pada mobil kesayanganmu saja, namun juga lingkungan.



Simak Video "Aplikasi Uji Emisi Mudahkan Pengendalian Pencemaran Udara"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/rgr)