Hati-hati Rem Blong, Ingat! Minyak Rem Perlu Diganti

Ridwan Arifin - detikOto
Rabu, 27 Jan 2021 07:04 WIB
Roda dan Rem Mobil
Ilustrasi rem mobil Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta -

Bicara soal komponen pengereman tidak hanya sekadar mengganti kampas atau cakram. Tapi minyak rem juga perlu diganti atau dikuras secara berkala.

Minyak rem berfungsi meredam panas gesekan antara disk atau cakram dengan kampas. Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Suparna mengatakan pada waktu 40 ribu kilometer atau dua tahun minyak rem perlu diganti agar pengereman tetap bekerja optimal.

"Minyak rem diganti sekitar dua tahun atau setara dengan perawatan 40 ribu kilometer atau perawatan servis berkala kelima," tutur Suparna.

Ia menjelaskan meski mobil jarang digunakan, minyak rem juga perlu jadi perhatian. Sebab sifat cairan rem, yang biasanya berwarna merah atau bening, punya sifat higroskopis atau dengan mudah mengisap dan melepaskan uap air. Sifat itu disebabkan terdapat kandungan material glikol.

Saat uap air berada pada saluran sistem pengereman, ini merupakan hal yang berbahaya. Soalnya bisa menyebabkan rem mengalami vapor lock atau ngeblong.

"Yang namanya minyak rem itu dipakai atau tidak dipakai, dia tetap akan terjadi yang namanya kondensasi. Air yang lama-lama ada di sistem pengereman makin lama makin banyak sesuai dengan bertambahnya waktu," jelas Suparna.

"Sebab ketika saat jumlahnya sudah banyak (uap air), saat nanti dipakai pengereman yang ekstrem ini akan bahaya sekali. Kenapa? panas minyak rem, uap air akan nguap, kalau menguap itu akan terjadi vapor lock, atau remnya jadi ngeloss atau ngeblong," tutur Suparna.



Simak Video "Rem Blong, Bus Nyungsep ke Jurang Tasikmalaya"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/rgr)