Ingin Melintasi Tol Trans Jawa? Waspada Hujan Deras dan Potensi Angin Samping

M Luthfi Andika - detikOto
Minggu, 27 Des 2020 19:21 WIB
detikcom bersama Toyota Cross Hybrid sukses menjelajah beragam medan dalam Road Trip Jakarta-Bali. Salah satunya hujan deras yang mengguyur selama perjalanan.
Waspadalah saat melintasi tol Trans Jawa di tengah hujan deras. Foto: Muhammad Ridho
Jakarta -

Bagi detikers yang hendak mengisi waktu libur Natal dan Tahun baru (Nataru) melintasi tol Trans Jawa, detikOto ingatkan untuk terus waspada dan jangan merasa nyaman karena jalur yang lurus dan mulus. Terlebih saat hujan deras ditambah angin samping yang bisa menerjang samping mobil.

Pengalaman berharga dirasakan tim detikcom saat melakoni Road Trip Jakarta-Bali with Hybrid Car Toyota bersama Corolla Cross Hybrid. Saat perjalanan bisa dikatakan hampir di setiap kota yang disambangi tim detikcom selalu diguyur hujan. Meski demikian hujan yang paling menakutkan saat melalui tol Trans Jawa.

Walhasil tim detikcom mengurangi kecepatan, menjaga jarak cukup jauh dengan mobil di depan, serta menyalakan lampu supaya lebih aman. Nah jika detikers bertemu situasi yang sama, detikOto ingatkan agar berkendara dengan hati-hati dan melakukan langkah-langkah berikut:

1. Persiapan Diri

- Sebelum berkendara, Anda harus memastikan kondisi kesehatan tubuh yang menjadi aspek terpenting dalam beraktivitas, terlebih saat akan berkendara.

- Kalimat 'sedia payung sebelum hujan' bukan sekadar pepatah, tapi juga berarti secara harfiah. Sediakanlah payung di dalam mobil, karena tempat tujuan tidak selalu memiliki fasilitas atap kanopi. Sehingga Anda dapat melindungi tubuh dari guyuran air hujan ketika turun dari mobil.

- Membawa atau menggunakan baju hangat ketika akan berkendara, dan untuk berjaga-jaga Anda dapat membawa alas kaki atau sandal cadangan di dalam mobil.

2. Persiapan kendaraan

- Periksa kondisi ban, jika karet ban sudah tipis, sebaiknya segera ganti. Alur ban yang masih baik membantu kita untuk terhindar dari risiko melayang di atas air (aquaplaning) dan tergelincir (slip) ketika hujan.

- Cek kondisi karet wiper. Komponen ini sangat penting dalam menyapu air terutama bagian kaca depan demi menjaga visibilitas dalam berkendara. Periksa karet wiper secara berkala, apabila sudah getas dan sapuannya tidak bersih gantilah dengan yang baru di bengkel resmi.

- Pastikan semua lampu kendaraan berfungsi dengan baik. Komponen ini akan sangat membantu dalam memberikan visibilitas baik bagi Anda atau pun pengendara lainnya.

3. Selama berkendara

- Nyalakan lampu ketika hujan deras, karena pandangan di jalanan biasanya kurang jelas, sehingga lampu kendaraan, khususnya lampu rem akan sangat membantu dan memberi tanda untuk pengendara di belakang.

- Menjaga kecepatan dan jarak dengan kendaraan lain dapat memberi jarak dan waktu yang cukup bagi kita untuk bereaksi terhadap manuver pengendara lain yang mendadak, juga dapat memberikan waktu kepada pengendara untuk menghindari genangan air yang dapat menyebabkan mobil melayang di atas air (aquaplanning).

- Perlu kita ketahui lampu hazard hanya digunakan hanya untuk darurat berhenti di bahu jalan, jangan menyalakan lampu hazard ketika hujan, hal ini dapat mengganggu konsentrasi dan menyulitkan pandangan pengendara lainnya, khususnya di belakang kita. Pengendara lain di belakang menjadi tidak peka saat kita memperlambat laju kendaraan dan menjadi tidak tahu ketika kita akan berpindah jalur atau berbelok arah.



Simak Video "Libur Nataru, Sopir-Penumpang di Terminal Baranangsiang Dites Antigen"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/lua)