Kenapa Mobil Kerap Mendadak Mati di Tengah Rel Kereta Api? Ini Penjelasannya

Tim detikcom - detikOto
Selasa, 22 Des 2020 12:08 WIB
Lampu bangjo yang membuat antrean kendaraan berhenti di atas rel kereta api di Klaten, Jumat (4/12/2020).
Ilustrasi perlintasan rel kereta api. Foto: Achmad Syauqi/detikcom
Jakarta -

Sudah sering terjadi mesin mobil tiba-tiba mati saat menyeberangi rel kereta api. Tak jarang kasus ini menyebabkan kecelakaan fatal, terutama ketika pengemudi tidak bisa menguasai keadaan, sehingga panik dan akhirnya tertabrak kereta api yang melintas. Lalu mengapa mesin mobil bisa tiba-tiba mati ketika menyeberangi rel kereta api?

Menurut Pusat Penelitian Sistem Mutu dan Teknologi Pengujian LIPI (Lembaga Ilmu Penelitian Indonesia), sebagaimana dikutip dari laman Daihatsu, di rel kereta terdapat emisi elektromagnetik. Artinya ada kabel penghantar arus listrik yang terpasang. Kabel tersebut dikatakan tidak kompatibel dengan mesin mobil.

Terlebih jika kereta api hendak melintas di jarak 600 meter, arus listrik tersebut akan menghantarkan medan magnet yang tinggi. Medan magnet tersebut bakal membuat mesin mobil mati di rel kereta api.

Penjelasannya, ketika ada arus listrik yang mengalir pada rel kereta bersentuhan dengan benda elektromagnetik yang tidak kompatibel, maka berpotensi menghasilkan emisi di atas ambang batas. Paparan dari emisi tersebut yang membuat sistem kelistrikan benda lain mati. Dalam hal ini Electronic Control Unit (ECU) yang menjadi penggerak utama mobil berhenti bekerja, akhirnya mobil macet di tengah rel.

Sementara menurut penjelasan PT KAI (Kereta Api Indonesia), mesin mobil tiba-tiba mati di atas rel kereta api bisa disebabkan oleh medan magnet yang dihantarkan dinamo lokomotif ke rel kereta api, dalam radius satu kilometer. Itulah alasannya petugas menutup palang pintu, bahkan ketika kereta belum terlihat.

Hal itu bisa terjadi karena pengendara mobil tidak memindahkan gigi mesin ke putaran yang lebih rendah, maka putaran mesin dinamo dan koil bisa mati akibat medan magnet dari lokomotif.

Selain kedua faktor tersebut, ada faktor lain yang membuat mobil macet saat melintas di rel kereta, yaitu faktor psikis. Kondisi ini membuat pengendara panik dan tidak bisa berpikir jernih.

Siapapun yang terjebak pada kondisi ini pasti histeris dan ketakutan. Terlebih pada mobil dengan transmisi manual, perpindahan kopling dan gas akibat panik jadi tidak stabil dan membuat mesin mobil mati dan sulit dinyalakan.

Cara mengatasi mobil mati saat melewati perlintasan rel kereta api

Ketika mesin mobil Anda tiba-tiba mati di tengah rel kereta api, usahakan jangan panik, karena ada cara mengatasi mesin mobil mati saat melintas di rel kereta api.

Disampaikan Dolf Valentino, Kepala Bengkel Daihatsu Pangeran Jayakarta, jika mesin mobil mati di perlintasan rel kereta api, sebaiknya pengemudi terus menerus membunyikan klakson dan starter mobil. Berdasarkan pengalaman para ahli, cara ini dapat memutus medan magnet dan rangkaian listrik yang ada di sekitarnya.

Kemudian, jika mesin tidak bisa dinyalakan kembali, segera tinggalkan mobil, serta jauhi perlintasan rel kereta api demi keselamatan.

Tips aman melewati perlintasan rel kereta api

Langkah utama yang perlu dilakukan adalah patuhi rambu-rambu yang ada. Jangan nekat menerobos palang pintu karena sama saja dengan menjemput maut.

Kemudian ketika kereta api hendak dan setelah melintas, rel kereta masih berpotensi menghantarkan emisi elektromagnetik. Seperti yang sudah dijelaskan tadi, emisi itu ada pada rel kereta bahkan dalam jarak 600 meter. Untuk itu, gunakan kecepatan rendah saat berkendara.

Melintas perlahan dapat mencegah mesin mobil mati tiba-tiba. Selalu beri jarak aman ketika berkendara dan bersabarlah sedikit saat menunggu kereta api melintas sampai sirine palang pintu dimatikan.



Simak Video "Mobil Jarang Dipakai, Wajibkah Ganti Oli?"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/din)