Banyak Kecelakaan Maut, Perhatikan Ini Jika Berkendara Dekat Truk

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Kamis, 03 Des 2020 10:23 WIB
Warga melihat kondisi truk yang menabrak kios usai kecelakaan beruntun di Alun Alun Tanjungsari, Sumedang, Jawa Barat, Selasa (1/12/2020). Truk yang diduga mengalami rem blong tersebut menabrak mobil, angkot, sepeda motor, dan kios mengakibatkan sementara terdata dua orang korban meninggal dunia, satu orang luka berat, dan lima orang luka ringan. ANTARA FOTO/Novrian Arbi/hp.
Kecelakaan beruntun di Sumedang. Foto: ANTARA FOTO/NOVRIAN ARBI
Jakarta -

Akhir-akhir ini banyak terjadi kecelakaan maut yang melibatkan truk. Pada Selasa (1/12/2020) kemarin, terjadi kecelakaan maut di Tanjungsari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Dua orang tewas akibat kecelakaan tersebut.

Sudah banyak contoh kasus kecelakaan maut yang melibatkan truk. Pengendara perlu mengambil pelajaran dari kasus kecelakaan maut dengan truk. Untuk itu, saat berkendara di dekat truk sebaiknya lebih ekstra hati-hati.

Kecelakaan maut bisa saja dihindari jika pengemudi mobil memahami karakter dari truk. Dikutip dari Auto2000--dealer resmi Toyota--truk yang memiliki dimensi besar tidak bisa bergerak tergesa-gesa. Truk butuh ruang gerak yang luas.

Selain itu, posisi duduk pengemudi yang tinggi dan pandangan ke belakang yang terhalang bodi membuat sopir truk memiliki blind spot atau area di sekitar kendaraan yang tidak terpantau oleh mata pengemudi. Bobot truk, apalagi bila dipenuhi muatan, sangat besar sehingga tidak mudah baginya untuk melakukan pengereman darurat.

Auto2000 memberikan tips aman berkendara di dekat truk. Yang pertama, pengendara harus menjaga jarak aman dengan truk. Tidak disarankan mengikuti truk terlalu dekat karena mobil Anda bisa jadi tidak terlihat oleh sopir.

Mobil Polisi Ditabrak Truk di BantenMobil Polisi Ditabrak Truk di Banten Foto: istimewa

Tak cuma itu, jika berkendara terlalu dekat dengan truk, Anda tidak memiliki ruang cukup untuk melihat kondisi di depan akibat tertutup bodi truk. Jaga jarak aman dengan truk mebuat pengendara bisa mengantisipasi pergerakan truk, misalnya truk tiba-tiba mengerem darurat atau tidak kuat menanjak.

Jaga jarak aman bukan cuma memberi ruang gerak untuk truk, tapi juga membuat mobil Anda terlihat oleh sopir truk. Semakin dekat jarak mobil dengan truk, semakin sulit sopir truk mengawasi mobil lain di dekatnya.

Yang kedua, berikan tanda atau isyarat jika Anda ingin mendahului truk. Isyarat itu bisa dengan lampu dim atau klakson. Dengan begitu, pengemudi truk dapat menyadari keberadaan mobil lain dan menjaga kewaspadaannya.

Pastikan ada ruang yang cukup di depan truk saat menyalip. Jika jarak antara truk dengan kendaraan di depannya terlalu dekat, mobil Anda akan memaksa masuk di antara truk dan kendaraan di depannya itu. Situasi ini akan membuat Anda berada di blind spot truk. Itu juga berbahaya jika mobil di depannya melakukan pengereman.

Selanjutnya, perhatikan manuver truk. Beri ruang jika truk di depan memberi isyarat untuk melakukan manuver, seperti berbelok, putar arah, atau parkir. Hentikan kendaraan dan tunggu sampai posisi truk benar-benar aman. Apalagi kalau mobil berada di sisi dalam radius manuver truk tersebut. Perpaduan antara bodi besar dan blind spot akan membuat mobil Anda terancam bahaya jika tidak sabar menunggu.

Halangan lain yang harus dipahami pengendara adalah bahwa truk memiliki daya pengereman yang terbatas. Pengereman truk akan tambah sulit jika truk itu memiliki beban penuh. Itu artinya, truk membutuhkan jarak lebih jauh untuk berhenti. Jangan paksakan mobil berada terlalu dekat dengan truk dan berikan ruang yang cukup untuk manuver.



Simak Video "Hendak Menikah, Guru Muda Jadi Korban Tewas Kecelakaan Maut Sumedang"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)