Viral Nyalip di Tikungan Berujung Celaka, Pahami Marka Garis Utuh

Tim detikcom - detikOto
Kamis, 03 Des 2020 08:28 WIB
Mobil Nyalip di Tikungan Berujung Kecelakaan
Mobil Nyalip di Tikungan Berujung Kecelakaan. Foto: Istimewa.
Jakarta -

Baru-baru ini viral sebuah mobil menyalip truk yang melaju di tikungan. Mobil itu menyalip truk di titik buta atau blind spot.

Dalam video yang viral di media sosial, mobil hatchback Toyota Yaris berkelir kuning itu menyalip truk hijau di tikungan. Mobil yang menyalip truk itu pun menyebabkan kecelakaan.

Mobil Toyota Yaris kuning itu menyalip truk di tikungan ketika marka jalan masih berupa garis utuh. Walhasil, mobil ini menimbulkan kecelakaan.

[Gambas:Instagram]



Ketika menyalip truk melewati garis utuh, mobil itu tampaknya tak melihat ada kendaraan dari arah berlawanan. Motor dari arah berlawanan pun tak dapat menghindari tabrakan dengan mobil tersebut.

Inilah pentingnya memahami marka jalan. Berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan No. PM 34 Tahun 2014 tentang Marka Jalan, di jalan terdapat marka membujur dengan garis utuh seperti yang ada pada video viral tersebut. Garis marka jalan itu bukan hiasan jalanan, pengendara harus mematuhi marka jalan tersebut.

Pada peraturan itu disebutkan, marka membujur berupa garis utuh berfungsi sebagai larangan bagi kendaraan melintasi garis tersebut dan sebagai pembatas dan pembagi jalur. Artinya, kendaraan dilarang berpindah ke jalur sebelahnya ketika ada marka berupa garis utuh.

Andry Berlianto, praktisi keselamatan berkendara menegaskan bahwa haram kendaraan menyalip di tikungan dengan marka jalan garis utuh.

"Jelas pantangan, Kenapa? marka jalan di tikungan bentuknya tidak putus-putus yang artinya dilarang mendahului," ujar Andry beberapa waktu lalu.

Menurutnya, ruang dan bidang pandang menjadi pertimbangan pengemudi dilarang menyalip di tikungan. Makanya, di tikungan terdapat marka jalan dengan garis utuh yang menandakan kendaraan dilarang berpindah jalur. Jika tetap dipaksakan kecelakaan seperti video viral ini menjadi contohnya.

"Saat pandangan terhalang (urungkan untuk menyalip kendaraan lain), bisa karena objek tikungan maupun kendaraan besar, bangunan, pohon, dan lain-lain," ujar Andry.

Pengendara yang melanggar marka jalan pun terancam sanksi. Sanksinya bisa berupa denda atau pidana kurungan.

"Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di Jalan yang melanggar aturan perintah atau larangan yang dinyatakan dengan Rambu Lalu Lintas sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf a atau Marka Jalan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat (4) huruf b dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah)," begitu sanksi menurut Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 287 ayat 1.



Simak Video "Pria Diviralkan Ngaku Marinir Tabrak Bocah di Jaksel, TNI Selidiki"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)