Selasa, 10 Nov 2020 08:05 WIB

Macet Imbas Massa Sambut Habib Rizieq, Pengendara Perlu Lakukan Ini

Tim detikcom - detikOto
Kemacetan terjadi di tol Cengkareng selepas keluar menuju bandara Soekarno Hatta. Para penumpang pesawat yang hendak menuju bandara pun ikut terjebak macet. Kemacetan diduga lantaran adanya massa dari luar kota menuju Soekarno-Hatta untuk menyambut Habib Rizieq Syihab. Foto: Rifkianto Nugroho.
Jakarta -

Massa menyambut kedatangan Habib Rizieq Syihab di Bandara Soekarno Hatta. Kemacetan diduga lantaran adanya massa dari luar kota menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk menyambut Habib Rizieq Syihab. Ini yang perlu dilakukan pengendara.

Terjebak macet apalagi macet total yang tidak bergerak kerap memancing emosi pengendara. Ketika emosi pengendara terpancing, tindakan agresif sering kali dilakukan. Agar tak terjadi hal yang tidak diinginkan, pengendara harus menerapkan defensive driving.

Mengemudi di lalu lintas padat bisa membuat frustrasi dan Anda mungkin menemukan pengemudi lain menjadi lebih tidak sabar saat terjebak dalam kemacetan, jadi ada baiknya mengetahui cara mengatasi mengemudi di jalan yang padat.

Dikutip Midrive, ada beberapa hal yang perlu dilakukan pengendara saat terjebak macet. Yang pertama, kontrol kopling kendaraan. Keterampilan kontrol kopling Anda akan banyak diuji saat mengemudi di lalu lintas padat.

Beberapa kendaraan modern memiliki teknologi stop start, yang berarti mesin mobil akan mati saat Anda berhenti dan akan hidup kembali saat Anda menekan kopling atau melepas pedal rem di mobil matik. adalah cara yang sangat ekonomis untuk menghemat bahan bakar.

Kemacetan terjadi di tol Cengkareng selepas keluar menuju bandara Soekarno Hatta. Para penumpang pesawat yang hendak menuju bandara pun ikut terjebak macet.Kemacetan terjadi di tol Cengkareng selepas keluar menuju bandara Soekarno Hatta. Para penumpang pesawat yang hendak menuju bandara pun ikut terjebak macet. Foto: Rifkianto Nugroho

Saat terhenti, tempatkan kendaraan Anda pada posisi netral dan tarik rem tangan. Ini akan mengamankan kendaraan dan memungkinkan Anda mengistirahatkan kaki dari pedal kopling.

Selanjutnya, jadilah pengemudi yang defensif. Mengemudi defensif adalah keterampilan yang harus dikuasai oleh semua pengemudi dan saat mengemudi di lalu lintas padat, itu penting. Menjadi pengemudi defensif berarti Anda mengantisipasi hal yang tidak terduga dan Anda siap dengan segala hal.

Lalu lintas yang padat sering kali membuat orang menjadi tidak sabar dan tidak menentu. Anda mungkin sering bertemu pengendara mencoba masuk ke ruang yang lebih sempit. Anda juga perlu memperhatikan pejalan kaki yang menyeberang di antara kendaraan yang diam. Pastikan untuk menggunakan kaca spion secara teratur saat mengemudi dalam lalu lintas yang padat dan pastikan Anda selalu mengetahui apa dan siapa yang ada di sekitar Anda.

Tips berikutnya adalah sisakan banyak ruang. Saat mengemudi di lalu lintas padat hingga berhenti total, Anda perlu memastikan untuk menyisakan cukup ruang antara Anda dan kendaraan di depan. Ketika kecepatan arus lalu lintas tidak menentu, Anda mungkin mendapati bahwa kecepatan bertambah lalu tiba-tiba Anda terhenti lagi.

Ini bisa berisiko jika Anda terlalu dekat dengan kendaraan di depan, karena Anda mungkin tidak punya waktu untuk bereaksi jika kendaraan harus mengerem tiba-tiba.

Terakhir, tetap berikan ruang kosong di persimpangan. Penting untuk memastikan Anda tidak memblokir setiap belokan, persimpangan, atau penyeberangan pejalan kaki. Perhatikan setiap rambu dan marka jalan.



Simak Video "Hasil Pemeriksaan Belum Keluar, RS UMMI Sebut Habib Rizieq Minta Pulang"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com