Selasa, 27 Okt 2020 08:25 WIB

5 Hal Ini Harus Siap Sebelum Berangkat Liburan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Arus lalu lintas di Exit Tol Cileunyi, pada libur panjang ini terpantau ramai lancar. Tidak terjadi antrean kendaraan yang berarti. Sebelum berangkat libur panjang, siapkan 5 hal ini. Foto: Wisma Putra
Jakarta -

Akhir pekan ini terdapat libur panjang cuti bersama Maulid Nabi Muhammad SAW. Libur panjang kali ini diprediksi banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berlibur ke luar kota. Liburan ke luar kota bisa dilakukan bersama keluarga dengan mobil pribadi.

Sebelum berangkat liburan, ada yang harus dipersiapkan. Setidaknya, lima hal ini harus siap sebelum Anda berangkat liburan long weekend menggunakan mobil, seperti dikutip dari laman Auto2000, dealer resmi Toyota. Apa saja persiapan yang harus dilakukan?

1. Fisik pengendara harus fit

Bepergian ke luar kota dengan jarak tempuh yang jauh bakal menguras tenaga. Apalagi untuk pengemudi yang harus selalu konsentrasi mengendarai mobil. Disarankan, sopir hanya boleh mengendarai mobil maksimal 4 jam. Lebih dari itu, wajib diganti pengemudi baru yang lebih segar. Atau minimal sekali, Anda tidur sekitar 1 jam di rest area.

Untuk yang mengemudi sendirian, pastikan tubuh dalam kondisi fit dengan menjalani tidur yang cukup dan berkualitas beberapa hari sebelum berangkat. Jika kurang istirahat dan tidak optimal, dikhawatirkan pengemudi merasa mengantuk. Otak merasakan kelelahan tapi terpaksa bertahan supaya Anda tetap terjaga. Dan ini sangat berbahaya kalau dibiarkan.

Lakukan senam ringan sebelum berkendara agar otot tidak kaku. Atur posisi duduk senyaman mungkin tapi tetap dapat mengendalikan mobil dengan baik. Buat diri Anda senyaman mungkin.

2. Kondisi mobil

Selain pengemudi, kondisi mobil juga harus prima. Sebelum berangkat liburan, pastikan kondisi mobil sudah siap dan sehat sehingga tidak menimbulkan kendala di tengah perjalanan.

Yang paling penting adalah cek ban karena komponen ini satu-satunya yang menempel ke aspal. Ban bermasalah bisa berpotensi menimbulkan kecelakaan.

Lakukan pengecekan tekanan angin ban sesuai rekomendasi di pagi hari dan mobil belum dipakai beraktivitas. Periksa pula kondisi fisik ban. Perhatikan bila ada kerusakan di dinding atau telapak ban.
Jangan lupa pula memeriksa ban serep dan perlengkapan darurat untuk ganti ban.

Cek cairan mobil seperti air radiator, oli mesin dan transmisi, air wiper, oli power steering, dan minyak rem. Pastikan volumenya sesuai ketentuan dan tidak ada kebocoran.

3. Isi penuh bensin

Memang di rest area sudah tersedia fasilitas pom bensin atau SPBU. Tapi, karena pandemi COVID-19 dan untuk meminimalisir kepadatan lalu lintas, beberapa rest area dilakukan rekayasa buka-tutup. Ini agar tak terjadi penumpukan orang di dalam rest area.

Maka dari itu, sebelum berangkat atau sebelum masuk tol, pastikan isi penuh bensin mobil Anda. Atur strategi kapan waktu isi ulang BBM dengan memanfaatkan fitur MID di mobil. Atau bisa juga dengan menggunakan strategi keluar di pintu tol tertentu dan isi bensin di SPBU terdekat.

4. Pastikan saldo e-Toll cukup

Yang tak kalah penting adalah saldo e-Toll. Pastikan saldo e-toll Anda cukup. Minimal Anda harus pegang dua kartu sebagai cadangan jika ada masalah.

Isi kartu pertama dengan saldo yang besar misalnya Rp 1 juta dan kartu kedua lebih rendah misalnya Rp 500 ribu. Selain memastikan saldo cukup untuk membayar tol, saldo e-toll ini juga bisa digunakan untuk belanja di minimarket.

Letakkan kartu di lokasi yang mudah dijangkau dan tidak gampang jatuh atau tercecer.

Hati-hati dengan gerbang tol yang memberlakukan sistem tap in dan tap out di gerbang masuk dan keluar. Sebab, gerbang tol itu hanya bisa dilakukan dengan kartu yang sama (1 kartu).

5. Patuhi aturan dan jaga emosi

Yang terakhir kendalikan emosi Anda. Jangan karena kondisi jalan tol yang masih mulus dan lalu lintas relatif lancar membuat Anda berkendara seenaknya. Anda wajib patuh pada batas kecepatan maksimal kendaraan yang telah ditetapkan.

Patuhi rambu lalu lintas dan ikuti arahan petugas polisi yang bertugas di lapangan. Patuhi pula marka jalan demi tertib lalu lintas dan mereduksi risiko kecelakaan.

Tidak perlu emosi saat terjebak macet karena pengguna jalan lain juga mengalami hal yang sama. Kalau ada pengemudi lain yang agresif, Anda tidak perlu ikut terpancing emosi.

Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan supaya Anda punya celah untuk manuver saat kondisi darurat. Kebiasaan berkendara bumper to bumper seperti saat berjalan di dalam kota wajib dihindari.



Simak Video "Alasan Libur Panjang Akhir Tahun 2020 Dikurangi dari Segi Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com