Selasa, 25 Agu 2020 17:43 WIB

Ingat! Pakai Ban Cadangan Harus Jalan Pelan, Dilarang Ngebut

M Luthfi Andika - detikOto
Ban cadangan/serep Kia Picanto Ban Cadangan dipakai pada kondisi darurat. Karena ukurannya lebih kecil, penggunaan ban ini harus di bawah kecepatan normal (detikOto)
Jakarta -

Ban cadangan pada mobil sangatlah penting untuk mengantisipasi kondisi darurat saat ban mobil kempis karena berbagai sebab. detikers sudah tahu belum, ban cadangan itu tidak bisa dikendarai pada kecepatan normal. Apalagi dibawa ngebut.

Demikian dijelaskan Instruktur Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu, kepada detikOto. Jusi menjelaskan ban cadangan memiliki peran yang sangat penting saat berkendara, terlebih berkendara jauh.

"Jadi fungsi ban serep lebih kepada kenyamanan. Tapi kita bisa temukan bahwa ada perbedaan ukuran atau dimensi pada keempat ban aslinya dengan ban cadangan. Ini hanya bisa digunakan pada batas kecepatan tertentu tidak bisa pada kecepatan normal," Jusri.

Alasan lain pabrikan beda dimensi antara ban cadangan dengan aslinya, untuk bisa menghemat bagasi.

"Ban cadangan jauh lebih kecil bertujuan agar tidak terlalu memakan bagasi, karena itu dimensi atau ukurannya berbeda. Selain itu kembali saya ingatkan ban cadangan ini hanya bisa digunakan pada batas kecepatan tertentu tidak bisa pada kecepatan normal sampai kita ketemu dengan tambal ban atau bisa menambal kembali ban asli kita," kata Jusri.

Ban Cadangan Mercedes-Benz C200 AMG LineBan Cadangan Mercedes-Benz C200 AMG Line Foto: Dina Rayanti

Dalam pemberitaan sebelumnya, dilansir dari laman Suzuki, meski terlihat terlindungi dengan baik, ban cadangan ternyata juga membutuhkan perawatan agar kondisinya tetap baik dan siap digunakan saat diperlukan.

"Satu hal yang penting untuk diingat saat merawat ban serep adalah pastikan kondisi tekanan anginnya tetap terjaga supaya siap dipakai saat diperlukan," tulis pernyataan Suzuki.

Khusus untuk ban serep yang ditempatkan di kolong mobil, perlu mendapatkan perawatan ekstra. Alasannya, ban serep di kolong mobil bisa dengan mudah terkena cipratan lumpur atau kotoran, terlebih kalau ban serep tersebut tidak diberi pelindung tambahan.

"Kotoran bisa bisa menempel di bagian antara rim dengan bead (pinggir ban yang menempel ke pelek). Jika kotoran ini mengering, maka berisiko membuat celah antara pelek dan ban. Akibatnya, angin gampang keluar dan membuat ban jadi kehilangan tekanan anginnya," lanjutnya.

Oleh sebab itu, bagi Anda yang memiliki mobil dengan ban serep di kolong, maka sangat disarankan untuk lebih rajin mengecek, membersihkannya, serta menjaga tekanannya.



Simak Video "Bakar Ban, Mahasiswa Demo Tolak RUU Cipta Kerja di Parepare"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com