Kamis, 20 Agu 2020 07:11 WIB

6 Hal yang Wajib Dicek pada Mobil untuk Dipakai Liburan

Ridwan Arifin - detikOto
Kepadatan terlihat di jalur puncak Bogor saat masa libur panjang. Tak sedikit wisatawan yang memilih keluar dari kendaraannya sembari menunggu kemacetan reda. Ilustrasi padatnya volume lalu lintas Foto: ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Jakarta -

Akhir pekan ini akan menjadi long weekend, libur tahun baru islam jatuh pada Kamis, 20 Agustus 2020, lalu cuti bersama pada Jumat, 21 Agustus 2020. Bagi Anda yang akan menikmati libur panjang pekan ini dengan menggunakan mobil pribadi, ada yang perlu diperhatikan nih detikers sebelum menempuh perjalanan jauh.

Persiapan mobil untuk menempuh jarak jauh pun tak boleh asal sembarangan. Alih-alih ingin melepas penat, malah menimbulkan masalah saat di perjalanan.

Nah, berikut ini redaksi detikOto membagikan beberapa tips pengecekan mobil sebelum dipakai untuk menghabiskan waktu long weekend akhir pekan ini. Simak yuk!

1. Mengecek kondisi ban

Sebelum menghabiskan long weekend akhir pekan ini, jangan lupa untuk periksa kondisi kendaraan seperti ban ya.

Seperti dikutip dari TyreSafe ada 3 hal yang bisa dilakukan untuk mengukur tingkat keausan ban.

Pertama yang harus dilakukan adalah mengecek tekanan ban pada mobilnya dan menyesuaikan tekanannya dengan apa yang telah direkomendasikan oleh pabrikan mobilnya. Biasanya, ukuran ban yang direkomendasikan oleh pabrikan disimpan di buku manual atau tertera di pintu pengemudi.

Hal lain yang harus Anda lakukan adalah memeriksa ketebalan ban. Normalnya ketebalan ban minimum masih 1,6 mm. Untuk memeriksanya cobalah Anda menggunakan koin dan masukan ke dalam garis ban, jika koin itu masuknya cukup dalam berarti kedalaman tapak ban masih bagus.

Ban mobil yang ditumpangi pegawai desa di CianjurIlustrasi ban mobil Foto: Ismet Selamet

Terakhir adalah Anda harus memeriksa ban secara keseluruhan seperti memeriksa ada benjolan atau tidak, ada kawat ban yang keluar atau tidak begitu juga seterusnya sampai dipastikan ban itu masih layak digunakan atau masih layak jalan.

Selain 4 ban yang biasa digunakan tentunya ban cadangan juga perlu diperiksa dan dirawat dengan cara yang sama. Banyak kejadian tak terduga yang akan membuat ban mobil perlu diganti. Ban cadangan akan sangat berguna ketika perlu menggantinya ketika berada di tempat yang jauh dari bengkel.

2. Cek Oli Mesin

Mesin bisa bekerja dengan baik dengan adanya cairan atau pelumas. Mengecek kualitas oli juga bisa diketahui melalui dipstick.

Lalu bagaimana cara mengecek kadar normal oli mesin mobil? Metodenya cukup gampang, tinggal memanfaatkan stick oli (dipstick) yang ada di ruang mesin.

"Langkah pertama cabut dipstick. Kemudian dilap dulu, selanjutnya masukkan kembali dipstick dan setelah itu dicabut lagi. Dari situ kita bisa periksa level oli. Jika volume oli ada di antara tanda maksimum dan minimum itu masih aman. Pengecekan ini harus dilakukan di tempat rata, kalau di tempat miring itu enggak akurat," lanjut Budi selaku Head of After Sales & CS Operation Group PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI), Boediarto.

Selain bisa memeriksa kapasitas oli, melalui dipstick kita juga bisa memeriksa kualitas oli mesin dalam kondisi terbaru. "Kita bisa periksa tingkat kekeruhannya. Kalau di mobil diesel, oli mesin baru diganti dan jalan berapa ratus meter itu memang warnanya agak hitam. Kalau hitam agak bening itu masih oke. Terus kalau di mobil bensin, jika oli mesin sudah hitam pekat, wajib diganti," kata Budi.

3. Perhatikan Sistem Pendingin Mesin

Dalam perjalanan pasti bertemu dengan kemacetan dan cuaca panas yang dapat mempengaruhi suhu mesin akibat dipaksa bekerja terus menerus, salah satu momok yang menyebalkan kala kendaraan harus berhadapan dengan masalah overheat. Biasanya masalah overheat ditemukan pada mobil keluaran lama, namun tidak menutup kemungkinan juga terjadi pada kendaraan baru, walhasil mobil bisa mogok di jalan.

Sebab itu, pemilik kendaraan disarankan mengecek ketinggian air radiator minimal seminggu lagi. Apalagi jika mobil akan digunakan jarak jauh. Seperti dikutip dari Auto2000, radiator juga harus dikuras dan diganti air di dalamnya setiap kelipatan 80.000 km.

"Kondisi air radiator, kalau kurang ditambahkan di reservoirnya (tabung cadangan). Terus pastikan tutup radiator terpasang sempurna dan tidak ada kebocoran air radiator," ungkap Technical Service Executive Coordinator PT ADM Anjar Rosjadi kepada detikOto.

"Pastikan juga cooling fan motor bekerja dengan baik," sambung Anjar.

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com