Selasa, 07 Jul 2020 12:12 WIB

Merasakan Gempa saat Berkendara, Apa yang Harus Dilakukan?

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Ilustrasi Gempa Bumi di Indonesia Ilustrasi gempa. Foto: Mindra Purnomo
Jakarta -

Gempa bumi terasa sampai Jakarta. Menurut BMKG, gempa bumi Magnitudo 5,4 baru saja terjadi 18 km barat daya Rangkasbitung, Banten.

Gempa bumi juga kerap membuat khawatir para pengendara. Jika saat berkendara merasakan guncangan gempa, apa yang harus dilakukan?

Mengutip laman resmi Auto2000, yang paling utama saat merasakan gempa ketika berkendara adalah jangan panik dan kendalikan emosi. Tetap berkendara dengan tenang dan fokus pada kondisi jalan sekitar.

Memang, saat berkendara, guncangan yang ditimbulkan oleh gempa bumi bisa diredam oleh sistem suspensi mobil. Kecuali dalam skala gempa yang sangat besar mungkin akan terasa.

"Jangan panik saat mobil bergoyang tanpa kendali dan tetap fokus pada kondisi jalan di depan. Perhatikan kondisi sekitar, seperti pohon atau rambu lalu lintas yang bergoyang secara tidak wajar," tulis Auto2000.

Jika melihat pohon atau objek lain bergoyang secara tidak wajar karena gempa, kurangi kecepatan secara perlahan. Jangan melakukan pengereman mendadak karena akan membahayakan pengemudi di belakang.

"Amati situasi, kalau tidak ada masalah berat seperti jalan retak atau lalu lintas kacau, Anda bisa meneruskan perjalanan. Namun jika tidak aman, lebih baik menepi," sebutnya.

Laman Top Gear menyarankan, jauhkan mobil dari tiang listrik, kabel listrik, dan bangunan. Jangan berhenti di bawah jembatan atau di jembatan layang. Pastikan Anda parkir di tempat yang stabil. Matikan mobil dan tunggu sampai keadaan aman.

Jika ingin menepi, nyalakan lampu hazzard. Perhatikan kondisi sekitar dan waspadai adanya bangunan tinggi atau pohon yang berisiko tumbang.

Tunggu sampai situasi tenang dan pastikan seluruh penumpang dalam kondisi baik. Perhatikan juga kondisi kendaraan, mungkin saja ada kerusakan yang tidak terlihat karena panik.

Update situasi terkini. Kalau berada di dekat pantai, cari tahu potensi tsunami. Kalau ternyata ada peringatan tsunami, segera menjauh dari area pantai. Kalau memungkinkan, tetap bisa pakai mobil. Selalu utamakan prinsip safety driving dan kendalikan emosi agar tidak menimbulkan masalah baru seperti kecelakaan.

Namun bila sudah tidak memungkinkan, seperti jalan rusak parah karena gempa atau lalu lintas kacau, segera tinggalkan mobil dan cari bangunan tinggi yang masih aman. Berlindunglah di tempat tinggi hingga peringatan tsunami ditarik. Jangan memaksakan diri untuk menyelamatkan mobil karena nyawa Anda jauh lebih penting.



Simak Video "Gempa M 6,1 Guncang Jepara, Tidak Berpotensi Tsunami"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com