Selasa, 12 Mei 2020 12:59 WIB

Demi Keamanan, Mobil Sesekali Harus Diajak Keliling Kompleks

Ridwan Arifin - detikOto
Test drive Peugeot 5008 Mobil jangan didiamkan terlalu lama di garasi Foto: Dadan Kuswaraharja
Jakarta -

Memasuki Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tak ayal mobil jarang digunakan dan terparkir di garasi rumah. Tetapi, membiarkan mobil diam terlalu lama juga tidak disarankan lho.

Kepala Bengkel Astra Peugeot cabang Cilandak Rafi'i Sinurat menyarankan agar sesekali pemilik mobil memanaskan mobil sembari dijalankan. Apa alasannya?

"Tidak usah jauh, cukup di area komplek perumahan saja. Tujuannya untuk menormalkan profil tapak ban yang lama diam," kata Rafi'i.

Rafi'i menambahkan cara ini dilakukan agar kondisi ban tidak mengalami peang alias tingkat keausan ban bisa merata.

"Contohnya juka awalnya tapak ban ada di posisi paling bawah, ya harus diputar posisinya. Sehingga profil semua tapak ban mobil tetap bundar alias tidak peang," jelasnya.

Tak hanya kondisi ban, pemilik bisa mengecek fungsi rem mobil secara keseluruhan. Baik itu mobil yang didukung sistem ABS atau tidak. Bahkan fungsi power steering jika ada kendala pun dapat langsung dirasakan. Sehingga berkendara pun jadi tetap aman juga nyaman.

"Ketika menjalankan mobil, pemilik kendaraan juga bisa memantau fungsi komponen kelistrikan seperti headlamp, foglamp, lampu senja hingga lampu indikator sein. Tidak lupa juga memantau fungsi wiper, power window juga audio sistemnya," imbuh dia.

Selain itu, jika kendaraan berlama-lama pada area terbuka, disarankan untuk rajin mencuci mobil. Setelah dicuci, cek juga kondisi area di sekitar mesin apakah terlihat bekas sarang hewan pengerat seperti tikus, sebab rawan merusak komponen terutama komponen kelistrikan.



Simak Video "Ditegur Soal Masker, Pemuda di Bogor Marah dan Pukul Warga"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com