Jumat, 08 Mei 2020 14:34 WIB

Selain Jual atau Gadai Mobil, Upgrade Mobil Bisa Dapat Dana Segar Juga

Ridwan Arifin - detikOto
Pekerja mengecek mobil yang dijual di Bursa Mobil Bekas WTC Mangga Dua, Jakarta Utara, Jumat (17/5/2019). Manajer Pemasaran Senior WTC Mangga Dua Herjanto Kosasih menyatakan penjualan mobil bekas menjelang mudik Lebaran 1440 H meningkat 20 persen dibanding hari biasa pada bulan sebelumnya. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc. Penjualan mobil bekas jelang lebaran Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Jakarta -

Jelang lebaran hari raya, banyak orang membutuhkan dana tunai guna memenuhi kebutuhan. Tetapi aktivitas terhambat turut berdampak dengan ekonomi.

Walhasil alternatif untuk mendapat dana tunai ialah mencairkan aset, salah satunya dengan menggadaikan atau menjual mobil.

Meski begitu, bagi pemilik mobil yang tidak memerlukan dana terlalu besar, ada dua caranya, yakni upgrade atau downgrade.

"Saya pikir itu orang-orang yang smart. Jadi saya melihat ada kecenderungan teman-taman butuh cash (dana tunai). Itu kan caranya banyak, Pertama misalnya mobil harga Rp 300 juta, lalu dijual mendapat kembalian Rp 150 juta," kata Bussiness Development Indomobil Sales Hendro Kaligis saat virtual conference yang diadakan Forum Wartawan Otomotif, Kamis (7/5/2020).

Hendro mengatakan fenomena upgrade mobil saat ini mulai ditemukan ketimbang downgrade. Bahkan dengan upgrade konsumen masih bisa mendapatkan dana tunai, seperti apa caranya?

"Atau cara yang kedua, ini upgrade tapi masih dapat duit. Misal saya mau upgrade, mobil saya tahun 2013 mau diupgrade ke 2016. Mobil saya anggaplah lakunya Rp 100 juta. Mobil Auto Value yang di Gading Serpong itu anggaplah Rp 150 juta. Nah, mobil saya yang Rp 100 juta saya jadikan DP Rp 50 juta."

"Berarti saya punya angsuran baru Rp 100 juta, Rp 100 juta ini kalau dibagi tenor 6 tahun ya nggak terlalu besar ya. Buat teman-teman karyawan yang punya fix income sangat mungkin sekali melakukan hal tersebut tapi dia sekarang punya cash Rp 50 juta," jelas Hendro.

Ya, metode ini sangat mungkin dilakukan oleh para konsumen yang mendapatkan fix income.

Namun perlu diingat, menurut Financial Planner sekaligus CEO OneShildt, Budi Raharjo, perlu dipertimbangkan matang-matang jika ingin membeli kendaraan secara kredit. Terlebih dalam situasi seperti sekarang ini.

"Pikirkan juga, kira-kira perusahaan tempat dia bekerja ini bisa bertahan berapa lama, dan terkena efek atau tidak. Jadi perlu melihat jangka panjangnya juga, kalau ini (virus Corona) berkepanjangan."

"Sebaiknya juga dipertimbangkan matang-matang sebelum mengambil keputusan apalagi kalau dibelinya secara kredit. Kalau kendaraan saat ini masih cukup mumpuni, layak untuk digunakan. Tidak ada salahnya menunda dulu rencana, lebih baik uang tabungan digunakan untuk berjaga-jaga." imbau Budi.



Simak Video "Gokil! Mobil Bekas Dimodifikasi Jadi Musala"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com