Minggu, 05 Apr 2020 21:29 WIB

Belajar dari Kecelakaan Nissan GT-R di Tol, Nyetir Sportcar Perlu Keahlian

Ridwan Arifin - detikOto
Mobil Nissan GT-R yang dikemudikan Wakil Jaksa Agung Arminsyah terbakar Nissan GT-R yang mengalami laka lantas di tol jagorawi Foto: (dok.istimewa)
Jakarta -

Kecelakaan mobil sportcar terjadi di jalan tol Jagorawi, Sabtu (4/4). Mobil Nissan GT-R R35 ringsek dan terbakar usai menghantam pembatas jalan tol.

Pengemudi yang ternyata Wakil Jaksa Agung, Arminsyah tutup usia dalam kecelakaan itu. Diduga mobil dikemudikan dalam kecepatan tinggi.

Senior instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana mengatakan sportcar seperti Nissan GT-R merupakan mobil buas. Pengemudi akan mudah tergoda untuk berpacu, bahkan secara tidak sadar sudah dalam kecepatan tinggi. Hal ini yang menjadi berbahaya mengemudikan sportcar di jalan raya.

"Mengemudi sportcar lebih susah utamanya menjaga mental atau adrenalin supaya tidak mudah terpancing. Suara mesin, knalpot, posisi duduk yang steady dan lain-lain," ungkap Sony saat dihubungi detikcom, Minggu (5/4/2020).

"Sportcar dirancang dengan tingkat kestabilan yang tinggi, saat Anda melaju dengan kecepatan 150 km/jam mobil ini terasa sangat stabil, sehingga seakan-akan Anda sedang mengendarai mobil biasa di kecepatan 80 km/jam," tambahnya.

Sony mengatakan sebelum menggunakan sportcar di jalan raya sebaiknya pengemudi mampu mengenal karakter mobil, mulai dari fitur, muntahan tenaga, hingga akselerasi. Dengan begitu, timbul sikap defensive saat berkendara dan menyesuaikan gaya mengemudi.

"Pahami dan orientasi dahulu kendaraan tersebut sebelumnya. Kenali seluruh fitur penting di mobil tersebut serta batasan-batasannya. Bahwa fitur-fitur tersebut hanya untuk mempermudah pengemudi dalam pengendalian dan fitur-fitur safety hanya membantu pengemudi meminimalkan resiko cidera," terang Sony.

Jika sudah mengenal karakter mobil sport, pengemudi diharapkan memiliki sikap menjaga diri agar tetap fokus dan tidak terpancing.

Apalagi sejatinya mobil-mobil sport lebih pantas dipacu dalam lintasan, bukan jalan umum yang memiliki risiko lebih tinggi. Keahlian berkendara dan bijak mengambil keputusan pun menjadi satu hal yang tak bisa dikesampingkan.

"Sportcar sebuah mobil yang biasanya memiliki power mesin yang (500-an Hp) buas atau liar sehingga perlu sebuah keahlian dalam mengendarainya di kecepatan tinggi."

"Sehingga harus dikendarai dengan benar dan dengan tanggung jawab saat di jalan raya,"

"Salah dalam mengambil keputusan akan berakibat kecelakaan, bijaksanalah dalam menentukan kecepatan kendaraan." imbau Sony.



Simak Video "Seberapa Buas Nissan GT-R yang Dipakai Wakil Jaksa Agung?"
[Gambas:Video 20detik]
(riar/lua)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com