Rabu, 01 Apr 2020 17:30 WIB

Pengemudi Mabuk + Main HP Tabrak Pejalan Kaki, Kombinasi Maut Berujung Nahas

Rizki Pratama - detikOto
Ilustrasi Kecelakaan Mobil Jangan sampai ada distraksi yang membahayakan saat berkendara (Ilustrasi oleh Edi Wahyono)
Jakarta -

Bermain HP sambil berkendara sangat dilarang karena sangat membahayakan. Ditambah dalam keadaan mabuk, bencana tinggal menunggu terjadi.

Sebuah kecelakaan terjadi di Kompleks Lippo Karawaci, Kota Tangerang, pada akhir pekan lalu. Mengendarai Honda Brio, pelaku diduga ngebut meski berada di wilayah perumahan.

Pelaku diduga dalam keadaan mabuk saat peristiwa terjadi. Bukan itu saja, pengemudi bahkan diduga juga tengah memainkan HP. Kelalaian tersebut menyebabkan seorang pria pejalan kaki tewas tertabrak. Peristiwa ini sempat viral di media sosial. Soalnya di pelaku malah sempat ribut dan menganiaya istri korban.

Instruktur Rifat Drive Labs, Erreza Hardian menjelaskan ada dua kesalahan utama pengemudi dari kacamata keselamatan berkendara. Pengemudi Honda Brio bernama Aurelia Margaretha Yulia (26) itu menabrak korban, Andre Njotohusodo (51) karena melakukan Impaired Driving dan Distracted Driving.

"Impaired Driving adalah kondisi mengemudi di bawah pengaruh alkohol bahkan obat-obatan, akan punya ciri penglihatan kurang, sulit konsentrasi serta refleks sangat buruk. Distracted driving adalah segala bentuk gangguan yang dapat mengalihkan perhatian pengemudi dari tugasnya utama seorang pengemudi," jelas Reza kepada detikcom, Rabu (1/4/2020).

Reza merincikan seberapa besar persentase pengaruh kelalaian berkendara terhadap konsentrasi. Selain alkohol pelaku juga diketahui sedang aktif berkomunikasi menggunakan telepon genggam.

"Akibat minuman alkohol 13% reaksi terhambat. Mengirim pesan bahkan sampai 37%, bertelepon 46%," ungkap Reza.

Faktor lain yang tak kalah penting adalah jenis mobil yang dikendarai. Menurut Reza mobil berpenggerak roda depan seperti Brio akan lebih sulit melakukan manuver jika dalam keadaan kurang konsentrasi atau lepas kendali.

"Soal kendaraan dengan unit penggerak roda depan ini akan membuat mobil ketika manuver sangat lincah, itu terjadi di belokan. Maka ketika mobil berbelok akan ada gaya ditambah tarikan roda depan, harusnya dikurangi akselerasi agar mobil mudah dikendalikan," tukas Reza.



Simak Video "Seulong 2AM Tabrak Orang hingga Meninggal"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com