Selasa, 25 Feb 2020 18:46 WIB

Langkah-langkah Menyelamatkan Mobil yang Terendam Banjir

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Mobil mogok ditengah banjir di Bawah Kolong Tol JORR Kalimalang, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (25/2/2020). Jalan Drainase yang buruk dan hujan deras yang terus mengguyur wilayah Kota Bekasi dan sekitarnya, mengakibatkan banjir dan menyulitkan akses warga bekasi menuju Jakarta maupun sebaliknya . Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menyelamatkan mobil yang terendam banjir (Foto: Agung Pambudhy/detikOto)
Jakarta -

Banjir kembali merendam Jakarta. Hujan yang mengguyur hingga pagi tadi menyebabkan genangan di beberapa titik. Banjir bisa menimbulkan masalah pada kendaraan bermotor. Hal terparah adalah timbul gejala water hammer.

Jika mobil terendam banjir, pemilik kendaraan harus paham cara menyelamatkan mobilnya. Pertama, jika memang mobil terendam banjir cukup dalam, jangan langsung menyalakan mobil. Itu menjadi pantangan utama yang sama sekali tidak boleh dilanggar.

"Sehabis mobil terendam banjir, pastikan kita tidak coba-coba menghidupkan mesin. Sekali lagi, jangan coba-coba," kata Service Manager Auto2000 Cilandak, Suparna, belum lama ini.

Menurutnya, menghidupkan mobil atau cuma meng-on-kan kontak bisa berakibat fatal untuk mesin dan kelistrikan. Kalau komponen kelistrikan sudah banyak terendam air, akan terjadi kerusakan lebih parah jika dialiri listrik saat mesin On.

Sistem kelistrikan yang mengalami korsleting berpotensi membuat komponen ECU (Electronic Control Unit) dan kabel bodi (wiring) rusak.

Sementara pada mesin, air sisa banjir yang masuk ke ruang mesin efeknya bisa menimbulkan gejala water hammer.

"Misalnya air sempat mencapai dan terciprat ke area intake manifold, maka air akan masuk ke dalam mesin saat proses starter. Dan mesin bisa mengalami water hammer," lanjut Suparna.

Mengutip laman resmi Auto2000, setidaknya ada 8 komponen mobil yang wajib diperiksa setelah terendam banjir. Pertama adalah alternator. Itu merupakan sumber dari seluruh tenaga listrik yang ada di dalam mobil, biasanya alat ini juga dinamakan generator karena fungsinya menyuplai listrik ke aki.

Meski tidak mengalami gejala yang mencurigakan, disarankan untuk tetap memeriksa bagian tersebut dan menghilangkan sisa air di dalamnya.

Kedua, bagian yang perlu diperiksa adalah ECU. Kalau ECU sampai kemasukan air maka akibatnya sangat fatal karena terdapat komponen seperti IC. Kalau ECU terkena air, mobil pasti akan mogok.

Selanjutnya adalah soket. Jika mobil terendam air, soket bisa menghantar air ke listrik sehingga mengakibatkan korsleting.

Keempat adalah sekring yang berfungsi untuk menangkal listrik yang nyasar dan mencegah korsleting. Kalau sekring kemasukan air, kerusakan bisa bertambah parah.

Kelima, kompresor AC. Disebutkan, kalau kompresor AC kena air saat banjir, maka AC tidak bisa menyala karena magnethic switch mengalami masalah.

Keenam Relay. Komponen ini berfungsi sebagai switch untuk listrik berarus besar seperti dinamo starter atau lampu utama. Jika kemasukan air, mobil bisa mengalami korsleting juga.

Kemudian periksa juga kabel-kabel. Memang, kabel sudah dibungkus agar tidak terkena air. Tapi, kalau kabel ada celah yang terkelupas, maka bisa berakibat fatal jika terendam air.

Terakhir injektor. Injektor juga diaktifkan melalui kelistrikan. Nosel injektor juga rawan terkontaminasi air.



Simak Video "Gugatan Korban Banjir ke Anies Diterima Majelis Hakim"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/din)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com