Kamis, 13 Feb 2020 14:14 WIB

Alasan Utama Dilarang Ngebut Saat Gunung Erupsi

Rizki Pratama - detikOto
Gunung Merapi erupsi, Kamis (13/2/2020) pukul 05.16 WIB. Tinggi kolom erupsi Gunung Merapi mencapai sekitar 2.000 meter atau 2 km. Erupsi Gunung Merapi Foto: Ragil Ajiyanto
Jakarta -

Setiap orang tentu ingin menjauhi dan terhindar dari dampak buruk bencana alam. Seperti halnya saat ini Gunung Merapi yang erupsi menyebabkan beberapa orang yang berada di sekitar maupun yang sedang melintas harus mencari tempat aman.

Bagi anda yang berada dalam kondisi seperti di atas disarankan untuk tetap menjaga segala aspek keselamatan berkendara. Tidak terkecuali menjaga kecepatan pada batas aman karena aspal cenderung menjadi lebih licin karena terlapis partikel-partikel debu vulkanik.

"Perhatikan beberapa bahaya yang mungkin akan timbul saat mengemudi di kondisi lingkungan gunung yang sedang erupsi. Kurangi kecepatan kendaraan, karena jalanan yang berdebu pasti lebih licin dibanding jalanan basah sekalipun. Jangan ambil risiko percaya diri yang berakibat fatal," kata Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia, Sony Susmana.

Jika kondisi jalan cukup ramai jagalah jarak aman dengan kendaraan lain. Saat hujan debu tentu akan menyebabkan visibilitas pengendara juga berkurang. Sony menyarankan menjaga kecepatan di 50kpj dengan jarak aman dengan kendaraan di depan 100 meter.

"Atur jarak aman juga, sesuaikan dengan jarak pandang. Misalkan, jarak pandang 100 meter kecepatan maksimumnya 50 km/jam (setengahnya atau sesuaikan dengan kondisi jalan yang pasti licin)," lanjut Sony.

Hal tersebut berguna untuk mengurangi kecelakaan akibat gagal antisipasi melakukan perlambatan dan terhambatnya jarak pandang. Pengereman pun diupayakan agar sehalus mungkin guna tidak merusak saringan udara akibat masuknya debu di rongga-rongganya.

"Maka akselerasi dan deselerasi (pengereman) kendaraan harus halus untuk menghindari kondisi slip berlebihan. Juga, menghindari penumpukan debu pada saringan udara," tukas Sony.



Simak Video "Bandara Solo Kembali Buka, Aktivitas Penerbangan Belum Normal"
[Gambas:Video 20detik]
(rip/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com