Minggu, 05 Jan 2020 13:44 WIB

Kenapa Mobil Tak Boleh Dinyalakan Setelah Terendam Banjir?

Luthfi Anshori - detikOto
Foto: 20detik
Jakarta - Ada salah satu pantangan utama yang tidak boleh dilanggar setelah mobil terendam banjir. Pantangan itu adalah menghidupkan mesin mobil dalam kondisi masih basah.

"Sehabis mobil terendam banjir, pastikan kita tidak coba-coba menghidupkan mesin. Sekali lagi, jangan coba-coba," wanti Service Manager Auto2000 Cilandak, Suparna.



Apa alasannya? Dijelaskan Suparna tindakan menghidupkan mesin mobil atau sekadar meng-on-kan kontak mobil akan berakibat fatal bagi mesin dan sistem kelistrikannya.

"Kalau komponen kelistrikan sudah banyak terendam air, akan terjadi kerusakan lebih parah jika dialiri listrik saat mesin On," terang Suparna.



Sistem kelistrikan yang mengalami korsleting berpotensi membuat komponen ECU (Electronic Control Unit) dan kabel bodi (wiring) rusak.

Sementara pada mesin, air sisa banjir yang masuk ke ruang mesin efeknya bisa menimbulkan gejala water hammer.



"Misalnya air sempat mencapai dan terciprat ke area intake manifold, maka air akan masuk ke dalam mesin saat proses starter. Dan mesin bisa mengalami water hammer," lanjut Suparna.

Jika sudah terkena gejala ini, bisa berakibat fatal. Karena stang piston bisa bengkok, dan parahnya lagi bisa membuat pecah blok mesin.

Simak Video "Banjir Lumpur di Konawe, Warga Soroti Aktivitas Pertambangan"
[Gambas:Video 20detik]
(lua/rgr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com