Round-Up

Cara Klaim Asuransi dan Waspadai Kerusakan Mobil Akibat Banjir

Tim detikOto - detikOto
Jumat, 03 Jan 2020 07:41 WIB
Porak Poranda Mobil Terkena Banjir Bekasi. Foto: Fathan

Batas Maksimal yang Aman untuk Terobos Banjir

Berkendara saat banjir tidak disarankan karena banyak aspek keselamatan yang terabaikan. Andaikata terpaksa setidaknya jangan melewati batas tertentu dan jangan lupa utamakan keselamatan jiwa terlebih dahulu.

Untuk mengetahui batas aman berkendara menerobos banjir dapat diketahui dengan melihat tinggi air. Jika sudah mencapai ketinggian lebih dari setengah ban, maka sangat dianjurkan untuk tidak memaksakan diri dan kendaraan.

"Batas maksimal paling aman adalah hanya setengah roda dan tidak panjang (jarak tempuhnya)," ujar Instruktur Rifat Drive Labs, Erreza Hardian saat dihubungi detikcom.



Karena semakin tinggi air maka semakin sulit untuk mengendalikan kendaraan. Arus air akan mengarahkan kemudi sesuai situasi yang mungkin akan menghilangkan kendali pengemudi atau pengendara.

"Arus air sangat kuat ketika melintas secara vertikal atau horizontal akan sangat berbahaya. Handling kendaraan akan sangat sulit, ketika belum berpengalaman diharapkan stop berkendara," jelas Reza,

Di samping itu jangan lupa pula efek hydroplaning yang dapat membuat ban tak lagi menapak pada dan mendapat daya cengkeram. Tentunya dengan jumlah air yang banyak ini saat hydroplaning bisa menyebabkan mobil malah terseret arus sekejap setelah ban tak menapak lagi.

Reza menegaskan kembali bahwa tidak ada namanya cara aman berkendara di kondisi banjir seperti ini. Hal yang harus dilakukan adalah menjaga diri dengan tidak menambah risiko kecelakaan lewat berkendara. "Jadi sangat tidak direkomendasikan tetap berkendara, maka saya tidak akan mengatakan prosedur aman melintasi banir. Kalau defensive ya jangan melintas dan stop berkendara," tutupnya.
Halaman


Simak Video "Banjir Nyaris 1 Meter di Kopo Bandung, Sejumlah Motor Mogok"
[Gambas:Video 20detik]

(rgr/ddn)