Selasa, 10 Des 2019 20:47 WIB

Jangan Sampai Rugi, Ini Antisipasi Mobil Mogok saat Musim Hujan

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Ilustrasi mobil terobos banjir. Foto: detikFoto
Jakarta - Musim hujan mulai melanda Indonesia. Bahkan pagi ini, hujan deras sudah mengguyur beberapa wilayah di Jakarta. Hujan kerap kali menjadi momok untuk pengendara. Malah, hujan yang menimbulkan genangan atau banjir di jalanan bisa merugikan pemilik mobil.

Dalam siaran pers yang diterima detikcom, Presidium Indonesia Traffic Watch Edison Siahaan memberikan imbauan kepada pemerintah dan pemilik kendaraan saat musim hujan ini. Untuk pemerintah, diharapkan lebih sering memperhatikan kondisi jalan, terutama yang rawan banjir. Kepolisian pun diharapkan lebih sigap karena potensi gangguan lalu lintas saat hujan lebih tinggi.



Sementara kepada pemilik kendaraan, Edison mengimbau agar kendaraan diperhatikan dan diperiksa lebih teliti. Jangan sampai mobil mogok ketika dikendarai di tengah hujan yang mengguyur dan menimbulkan genangan. "Kelancaran lalu lintas bisa terganggu," katanya.

Disebutkan, ada beberapa dampak negatif yang bisa berakibat pada mobil saat musim hujan, terlebih jika melewati jalanan yang terdapat genangan air. Dampak paling murah setelah mobil menerjang genangan air adalah interior yang kotor. Biaya pembersihan interior paling sedikit memakan Rp 3 juta.



Kerugian lebih besar bisa dialami pemilik mobil kalau banjir yang merendam masuk sampai ruang mesin dan berdampak pada ECU. Jika ECU rusak, biaya pergantiannya mulai dari Rp 12 juta.

Kerusakan paling parah adalah water hammer. Kondisi ini terjadi jika air masuk ruang bakar mesin. Lebih parah, setang piston bisa bengkok lalu menghamtam blok mesin. Dalam kondisi ini, mesin harus diganti baru. Biaya pergantian mesin paling sedikit Rp 50 juta.

Selanjutnya
Halaman
1 2
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com