Jumat, 01 Nov 2019 09:20 WIB

Laporan dari Jepang

Lansia yang Masih Nyetir Harus Pahami Blind Spot

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Esaki Toshiya, instruktur dari Japan Automobile Federation memberikan pemahaman keselamatan berkendara kepada para lansia di Jepang. Foto: Rangga Rahadiansyah Esaki Toshiya, instruktur dari Japan Automobile Federation memberikan pemahaman keselamatan berkendara kepada para lansia di Jepang. Foto: Rangga Rahadiansyah
Matsusaka - Di Jepang, para lansia masih mengemudi mobil, terutama di daerah yang transportasi massalnya terbatas seperti di Prefektur Mie. Mengingat populasi lansia di Jepang lebih banyak, para lansia di sana beraktivitas menggunakan mobil dengan menyetir sendiri.

Hal ini menjadi perhatian mengingat berbagai kondisi lansia yang mungkin tidak seprima orang yang lebih muda. Dalam rangkaian Daihatsu Jurnalis Tokyo Motor Show 2019 Trip, di dealer Daihatsu Mie di Matsusaka, detikcom diberi kesempatan melihat para kakek-nenek dilatih lagi aman berkendara. Para lansia itu diberikan pemahaman agar berkendara tidak cepat lelah dan mengendarai mobil lebih aman di jalan raya.

Pihak Japan Automobile Federation (JAF) digandeng untuk melatih lansia cara berkendara aman. Esaki Toshiya, instruktur dari Japan Automobile Federation memberikan beberapa tips kepada lansia agar tetap aman berkendara. Terutama mengantisipasi blind spot, atau area yang tidak terlihat oleh mata pengemudi.



"Kebanyakan orang menyetir itu paling terganggu oleh pilar A-nya di sebelah kanan," kata Esaki kepada wartawan dari Indonesia di Matusaka, Prefektur Mie, Jepang.

Dia menyarankan, agar tidak terganggu blind spot di pilar A, pengemudi harus mengecek kondisi sekitar dengan menengokkan kepala.

"Coba cek ke kanan atau ke kiri, supaya bisa lihat semua. Itu kasus yang sering. Jadi saran saya hati-hati dengan pilar A, kalau tidak yakin tengok saja," katanya.



Selanjutnya, blind spot di sebelah kiri mobil. Esaki menyarankan pengemudi jangan hanya mengandalkan kaca spion samping.

"Ini tidak hanya orang tua, tapi orang muda juga harus hati-hati. Misalnya di sebelah kiri ada sepeda motor, kalau pas di sebelahnya hanya melihat spion itu tidak terlihat. Saran saya harus pakai mata sendiri juga, pasti kelihatan. Tapi kalau cuma percaya spion tidak kelihatan. Jadi saran pertama pillar A, saran kedua sebelah kiri jangan pakai spion saja, tapi pakai mata sendiri juga," ujarnya.

Untuk lansia, Esaki mengatakan sebaiknya menyadari batas kemampuannya. Jangan memaksakan diri untuk berkendara.

"Orang yang sudah tua mereka kadang-kadang tidak menyadari kemampuannya sampai mana. Jadi yang paling penting orang yang sudah tua harus tahu dirinya sendiri, kemampuannya sampai mana," sebutnya.

Simak Video "Saat Para Lansia Diberi Perawatan Gratis di Salon"
[Gambas:Video 20detik]
(rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com