Selasa, 01 Okt 2019 18:43 WIB

Biar Aman, Tunjukkan Sikap Simpatik saat Berhadapan Pendemo

Rizki Pratama - detikOto
Ilustrasi Demo Foto: Grandyos Zafna Ilustrasi Demo Foto: Grandyos Zafna
Jakarta - Beberapa kerusuhan memang tak dapat diduga terjadi saat berkendara di Kota Jakarta beberapa hari ini. Di beberapa titik muncul aksi-aksi anarkis oleh kelompok tak bertanggung jawab yang melakukan perusakkan dan justru merugikan orang lain seperti pengguna jalan.

Ketika situasi seperti itu terjadi pada diri anda saat berkendara tentu ada banyak kemungkinan yang bisa terjadi. Kemungkinan terburuk anda bisa saja menjadi sasaran amuk dalam situasi panas tak terkendali itu. Supaya tidak menjadi korbannya langkah pertama adalah menunjukkan bahasa tubuh yang menunjukkan anda berada di pihak mereka, jangan arogan.



"Tunjukkan aksi simpatik dan empatik jika perlu agar pelaku kerusuhan tidak lantas menyerang membabi buta atau tengadahkan ke atas bahwa kita adlah pelaku sipil yang terjebak dalam kerumunan," kata Instruktur Rifat Drive Labs, Andry Berlianto saat dihubungi detikcom, Selasa (1/10/2019).

Jika memungkinkan anda bisa berbalik arah dan mencari alternatif jalan lain. Apabila anda sudah terjebak di dalam kerumunannya segera lah keluar dan mencari tempat aman.



"Perhatikan lingkungan apakah ada jalan keluar lain dari situasi huru-hara seperti jalan tikus, jalan kampung atau lahan parkir gedung yang aman. Jika terpaksa bergerak ke depan maka cari celah aman di tengah kerumunan dengan merunduk. Berhenti seperti poin di atas adalah keputusan terbaik," tambah Andry.

Sementara itu jika aksi memanas dan mulai mengarah pada tindak anarkis atau sudah terjadi bentrokan antara aparat dengan massa segeralah tinggalkan kendaraan anda. Langkah di atas tentu dilakukan jika kendaraan sudah tidak mungkin lagi menembus gelombang massa.

"Jika kejadian cenderung anarkis dan merusak maka meninggalkan kendaraan di tengah kerumunan adalah hal terbaik untuk menghindari cedera atau luka," tutup Andry.

Biar Aman, Tunjukkan Sikap Simpatik saat Berhadapan Pendemo


Simak Video "Mendikbud Sebut Ada 50 Penyusup Nyamar Jadi Pelajar Saat Demo"
[Gambas:Video 20detik]
(lth/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com