Rabu, 27 Feb 2019 12:30 WIB

Tips Aman Investasi Supercar Bekas

Luthfi Anshori - detikOto
Model berpose dengan mobil di TDA Luxury Toys Foto: Luthfi Anshori Model berpose dengan mobil di TDA Luxury Toys Foto: Luthfi Anshori
Jakarta - Membeli supercar bekas bisa jadi opsi menarik bagi konsumen. Bukan karena faktor harga yang jadi lebih murah, seperti mobil bekas pada umumnya. Melainkan untuk mendapat unit supercar limited edition, yang bisa dijadikan investasi.

"Jadi mobil mewah bekas itu sudah seperti art work. Seperti lukisan. Contoh seperti Ferrari 599 GTO. Itu harganya naik terus. Ini sudah naik hampir 100 persen. Jadi Rp 16 miliar," ujar President Director TDA Luxury Toys, Welly Tjandra, di Jakarta.



Supaya mendapatkan unit yang bagus, Welly pun berbagi tips untuk konsumen yang sedang mengincar supercar bekas. "Pertama yang harus diperhatikan, mobil ini bekas tabrak atau bukan. Perlu diperiksa secara detail. Apalagi kalau sampai sasisnya kena problem, harga juga hancur," terang Welly.


Ferrari 599 GTO di TDA Luxury SportFerrari 599 GTO di TDA Luxury Sport Foto: Luthfi Anshori


Bagian bodi dan terutama sasis harus betul-betul karena dua bagian tersebut cukup mahal biaya perbaikannya, mencapai ratusan juta rupiah.

"Dan karena jika ingin melihat sasis, bodi juga harus bongkar, maka yang memeriksa harus yang ahli. Untuk di TDA Luxury Sport sebelum membeli pasti standarnya dilakukan general check up ke authorized dealer-nya untuk memastikan semua mobil kondisinya bagus," katanya lagi.



Menurut Welly, ia kerap menemukan kasus bekas tabrakan, banjir, kopling habis, hingga seal bocor, saat menginspeksi supercar bekas.

"Kalau bekas banjir, kelistrikan biasanya banyak masalah. Pasti penurunan harga kalau ada masalah, bisa anjlok sekitar 40-50 persen dibandingkan mobil bekas yang sama dalam kondisi normal," pungkasnya.



Tonton juga video 'Review Ferrari Portofino: Supercar yang Nyaman Buat Harian':

[Gambas:Video 20detik]

(lua/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed