Selasa, 27 Nov 2018 07:34 WIB

Nyetir Kendaraan Overload Itu Bikin Tekor

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Pikap muatan berlebihan. Foto: Mei Amelia/detikcom Pikap muatan berlebihan. Foto: Mei Amelia/detikcom
Jakarta - Saat ini masih banyak saja kendaraan yang dipaksakan mengangkut beban berlebih (overload). Paling banyak adalah angkutan barang seperti mobil pikap hingga truk yang muatannya melebih batas kemampuannya.

Instruktur dan Founder Jakarta Defensive Driving Consulting (JDDC) Jusri Pulubuhu menyebutkan, tak ada untungnya mengemudi kendaraan overload. Malah banyak merugikan.

"Dampak negatifnya dari sisi ekonomis dan keselamatan," sebut Jusri.



Dari sisi ekonomis, komponen-komponen kendaraan akan lebih cepat aus. Alhasil, komponen tersebut harus lebih cepat diganti.

"Komponen-komponen kendaraan akan dipaksa kerja lebih keras akibatnya lifetime jadi pedek. Misalnya suspensi, per-per, tenaga mobil yang over untuk menggerakkan muatan yang terlalu berat. BBM boros karena menggerakkan tenaga sedemikian rupa," jelas Jusri.

Mungkin masih banyak yang menganggap bahwa membawa barang berlebih lebih efisien karena bisa mengangkut lebih banyak barang. Padahal, itu malah menimbulkan kerugian yang tidak terlihat.



"Jangan berpikir dampak yang terlihat misalnya lebih murah dan sebagainya. Tapi pikirkan dampak hidden cost, biaya yang tidak telrlihat seperti umur komponen kendaraan akan menurun, bahan bakar akan lebih boros. Beban kerja seluruh komponen lebih berat," sebut Jusri.

Nggak cuma rugi uang, dari keselamatan pun pengemudi kendaraan overload bakal terancam. Kendaraan jadi sulit dikendalikan karena beban berlebih.

"Dari sisi keselamatan, kestabilan kendaraan pun akhirnya menurun. Akibat komponen-komponen kendaraan harus bekerja lebih keras, membuat kendaraan tidak memiliki kualitas keselamatan standar. Sederhananya, kendaraan akan mudah sekali hilang kendali karena hal tersebut. Jadi semua aspek akan menurun atau negatif," ucap Jusri.

"Jadi tidak usah mengangkut penumpang (berlebih), itu juga berlaku ketika mobil mengangkut barang berlebih. Itu akan mengurangi kestabilan kendaraan. Akibat kemampuan suspensi yang tidak bsia mengakomodir volume yang ada. Dinamika yang terjadi semakin besar. Gaya lateral besar, gaya understeer besar, bodyroll besar, oleng. Ketika itu melewati batas-batas kemampuan dari standar kendaraan tersebut maka kendaraan akan hilang kendali, korelasi hilang kendali adalah kecelakaan," jelasnya. (rgr/dry)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed