Kamis, 23 Agu 2018 21:26 WIB

Banyak Kekerasan di Jalan, Ini yang Harus Disikapi Pengemudi

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Sopir mobil berstiker TNI memukul seorang bocah. Foto: 20detik Sopir mobil berstiker TNI memukul seorang bocah. Foto: 20detik
Jakarta - Akhir-akhir ini sering sekali terjadi kekerasan di jalan raya atau biasa disebut road rage. Kasus seorang sopir mobil SUV berstiker TNI yang memukul anak remaja, salah satunya. Contoh lain, kasus yang terjadi di Solo, ketika pemobil sengaja tabrak pemotor hingga tewas.



Kedua kejadian itu dipicu emosi di jalan raya. Sopir SUV berstiker TNI merasa kesal dengan mobil yang ditumpangi korban karena mengerem mendadak. Sementara pemobil di Solo merasa korban menghalangi jalannya.

Sepele memang pemicunya. Untuk itu, pengendara di jalan raya harus bisa mengontrol emosi kalau sudah berkendara di jalan raya. Karena, mengemudi dengan emosi yang tidak terkontrol selain bisa menyulut emosi juga berisiko kecelakaan.

Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan, banyak hal positif yang bisa dilakukan untuk menghindari bentrokan di jalan raya.



"Pertama mengalah dan sopan di jalan raya," kata Sony kepada detikOto, Kamis (23/8/2018).

Dengan mengalah dan tidak mengedepankan emosi, berarti kita sudah menerapkan defensive driving. Defensive driving ini merupakan upaya untuk menghindari kecelakaan atau bentrokan di jalan raya.



"Kemudian beri mereka kesempatan untuk lewat, kasih ruang, mungkin ada kepentingan darurat," ujar Sony.

Sony melanjutkan, selalu menghadapi orang dengan senyuman. Fakta membuktikan, orang diberikan senyuman akan melembut hatinya.

"Jangan biarkan orang lain membuang 'sampah' hatinya ke diri kita, buang dengan senyuman," ucapnya. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com