Kamis, 23 Agu 2018 19:26 WIB

Biar Nggak Kayak Sopir SUV Berstiker TNI, Perhatikan Ini

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Video bocah SMP berdarah karena dipukul sopir mobil berstiker TNI viral di medsos. Foto: Screenshot video viral Video bocah SMP berdarah karena dipukul sopir mobil berstiker 'TNI' viral di medsos. Foto: Screenshot video viral
Jakarta - Baru-baru ini viral seorang sopir mobil SUV berstiker TNI berlaku arogan. Sopir SUV yang diketahui merupakan warga sipil itu memukul anak remaja, Rayhan Achmad (14) hingga berdarah.



Kejadian ini dipicu ketika mobil yang ditumpangi Rayhan mengerem mendadak. Saat itu, kakak Rayhan yang mengemudi melakukan rem mendadak karena mobil di depan juga ngerem mendadak. Alhasil, pengemudi SUV berstiker TNI yang ada di belakang mobil yang ditumpangi Rayhan juga harus ngerem mendadak. Namun, pengemudi SUV berstiker TNI itu tidak terima dan melakukan manuver yang berbahaya sampai memblock mobil yang ditumpangi Rayhan.

Pada saat itulah pelaku datang ke arah Reza dan mencekik lehernya. Ibu dan adik Reza bernama Rayhan yang duduk di belakang pun turun untuk melerai perselisihan itu. Namun Rayhan justru dipukul yang menyebabkan hidungnya berdarah-darah. Setelah itu, pelaku langsung masuk mobil dan melarikan diri.



Kekerasan di jalan raya atau dikenal dengan istilah road rage ini sudah sering sekali terjadi. Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, mengatakan ada beberapa pelajaran yang bisa diambil dari kejadian viral ini.

"Yang pertama pentingnya kontrol emosi. Jangan biarkan emosi yang mengontrol kendaraan. Biasakan sebelum menjalankan kendaraan selalu berpikir positif," kata Sony kepada detikOto, Kamis (23/8/2018).

Kata Sony, berkendara dalam kondisi emosi yang terkontrol selain bisa menyulut keributan juga bisa menimbulkan kecelakaan. Akibat dari pengemudi yang tidak bisa mengontrol emosi adalah gaya berkendara yang agresif.

Sementara itu, Sony juga mengungkapkan agar kita bisa ambil pelajaran dari kasus viral ini yang dipicu karena ngerem mendadak. Untuk menghindari kecelakaan, sebaiknya selalu jaga jarak aman.

"Pentingnya jaga jarak aman. Pikirkan hal-hal jelek seperti rem mendadak, penyeberang jalan dan lain-lain yang mungkin terjadi," kata Sony.

"Pikirkan risiko dari tindakan yang akan diambil," sambungnya. (rgr/lth)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com