Senin, 11 Jun 2018 16:31 WIB

Ayla Loyo di Kali Kenteng, Daihatsu Nilai Bukan Karena Mobil dan Jalan

M Luthfi Andika - detikOto
Mobil Ayla mogok di Kali Kenteng yang heboh di sosial media Mobil Ayla mogok di Kali Kenteng yang heboh di sosial media
Jakarta - Sebuah video mobil Ayla yang tidak kuat nanjak di tanjakan Kali Kenteng heboh di internet. Ada yang bilang mobil tidak kuat nanjak karena kemiringan jalan yang mencapai 50 derajat lebih. Ada juga yang bilang karena mobil LCGC jadi tidak kuat menanjak.

Service Departement Head Daihatsu, Anjar Rosjadi pun memberikan pendapatnya kepada detikOto, Senin (11/6/2018). Soal video tersebut, Anjar menilai rasanya bukan salah dari kondisi jalanan atau kendaraan. Namun besar kemungkinan disebabkan karena kurang piawainya pengendara tersebut.



"Pertama, jika mendengar kabar yang ada dikatakan sudut kemiringan hampir 40 derajat, itu berlebihan. Pasti tidak segitu. Kedua, sepertinya jika mendengar suara mesin, ini tidak sesuai dengan kebutuhan tenaga yang diinginkan, perpindahan kopling pun terlambat. Seperti gasnya tidak ditekan," ujar Anjar.

Soal kemiringan jalan di tanjakan tersebut, menurut Anjar pastinya sudah sesuai aturan.

"Ya kalau saya melihat, jalanan yang dibangun oleh pemerintah itu ada aturannya mengenai kemiringan dan lain-lain. Berapa kemiringan tanjakan dan kemiringan pembuangan airnya, itu ada aturannya, berapa tanjakan dan turunan itu tidak lebih 9 derajat," kata Anjar.

"Tapi silakan dicek kembali di PU atau lembaga terkait, Puncak (Bogor-Red) tidak lebih dari 9 derajat. Kecuali jalur-jalur yang masuk ke villa-villa, karena itu masyarakat bangun sendiri," tambah Anjar.

Nah buat yang berkendara mengendarai mobil manual, Anjar memberikan saran untuk bisa lebih waspada saat bertemu jalanan menanjak.



"Untuk yang tidak terampil, mungkin yang bisa kita sarankan tidak berhenti di tengah tanjakan. Selain itu pastikan untuk mengambil ancang-ancang saat bertemu dengan jalan yang menanjak," katanya.

"Saat berhenti mendadak, gunakan rem tangan, jangan mengandalkan gas dan kopling jadi tidak terburu-buru. Dan jangan panik, atau kalau tidak bisa minta tolong sama yang bisa mengendarai mobil manual, daripada kopling hangus lebih baik meminta bantuan kepada yang bisa," tambahnya.




Pereli Rifat Sungkar sebelumnya menjelaskan untuk mobil manual, hal utama dan terpenting adalah penempatan gigi yang tepat. Hanya ada satu pilihan mutlak saat melewati tanjakan, yaitu tuas transmisi ditempatkan pada gigi satu.

"Orang banyak berbuat kesalahan yang membuat mobil jadi mundur di tanjakan karena mereka menganggap bisa dan mudah untuk beradu cepat ketika melepaskan pedal rem, mengangkat kopling, dan injak gas. Tidak ada sinkronisasi yang baik ketika melakukan hal-hal tersebut," tambah Rifat.

Teknik seperti ini banyak risikonya, karena semakin berat kendaraan akan semakin sulit menentukan titik angkut RPM yang tepat untuk membuat kendaraan bisa melaju. Di satu sisi, untuk bisa mendapatkan irama yang tepat saat melewati tanjakan, dibutuhkan jam terbang yang tinggi. Namun masalahnya, orang tidak banyak berlatih untuk hal yang satu ini.

Satu hal penting yang perlu dibudidayakan atau dimaksimalkan oleh para pengemudi adalah memanfaatkan peranti standar atau alat bantu yang membuat pekerjaan untuk melewati tanjakan menjadi jauh lebih mudah. Peranti tersebut adalah rem tangan.

"Di tanjakan, tidak usah malu atau gengsi untuk menarik rem tangan. Manfaatkan rem tangan tersebut semaksimal mungkin karena fungsi rem tangan sejatinya adalah untuk mempermudah Anda dalam berkendara. Ketika mobil terpaksa berhenti di tanjakan, tarik rem tangan pada saat itu juga!"

Satu masalah terpecahkan ketika Anda sudah menarik rem tangan dan meletakkan tuas persneling pada gigi netral. Langkah berikut yang perlu Anda lakukan adalah ketika mobil sudah siap melaju.

"Langkahnya adalah sebagai berikut, rem tangan biarkan memainkan perannya. Injak pedal kopling, masukkan gigi satu, dan injak gas. Angkat kopling sedikit untuk membuat mobil ini terasa menghentak. Dengan menambah daya injak pedal gas, rasakan terlebih dahulu tenaga mobil yang semakin besar dan semakin menghentak sembari mengangkat pedal kopling secara perlahan. Dalam keadaan seperti ini, rem tangan siap dilepas dan mobil akan melaju."

Yang merupakan kesalahan mutlak saat di tanjakan adalah tidak mengikutsertakan rem tangan sebagai bantuan Anda. Beradu nasib dengan cara langsung angkat kopling, angkat pedal rem dan langsung menginjak injak gas sekencang-kencangnya akan membuat mesin mobil malah mati dan berkompeten membahayakan pengendara di belakang Anda.

Sebenarnya, banyak mobil keluaran baru yang sudah semakin canggih karena punya satu fitur bernama hill start assist. Fitur ini berfungsi untuk mempertahankan posisi mobil pada satu titik berhenti dan menghindari mobil mundur pada saat di tanjakan.

"Pada akhirnya, apapun kendaraannya, secanggih apapun teknologinya, sebagai pengendara kita harus mempunyai feeling dan irama yang kuat supaya proses berkendara terasa aman dan pada saat mudik berlangsung tidak ada perasaan panik saat melalui tanjakan," ujar Rifat.

Rifat Sungkar mengingatkan bahwa mobil LCGC pada dasarnya adalah kendaraan yang didesain untuk di perkotaan. Jika Anda menggunakan mobil LCGC untuk pulang kampung atau keluar kota, perlu diketahui faktor risiko apa yang akan dihadapi.

Ayla Loyo di Kali Kenteng, Daihatsu Nilai Bukan Karena Mobil dan JalanFoto: detikOto


"Perlu diingat bahwa pada dasarnya mobil LCGC ini minim fitur keselamatan. Travel suspensi mobil jenis ini juga pendek sehingga membuat penumpang di dalamnya merasa tidak nyaman. Ukuran bannya pun kecil padahal seperti kita ketahui bersama, kerusakan jalan banyak bahkan lubang-lubang yang terdapat di jalan-jalan luar kota ukurannya bisa lebih besar daripada ban mobil LCGC. Jadi bisa dibilang faktor risiko menggunakan mobil LCGC untuk pulang kampung sangat tinggi," ungkap Rifat.

Sebenarnya bukan LCGC saja, karena bahaya di perjalanan bisa terjadi kepada siapa saja, di mana saja, dan kapan saja. Rifat menyarankan apapun jenis kendaraan yang Anda digunakan, lakukanlah manajemen waktu dengan baik.

"Saya imbau agar Anda tidak terburu-buru, tidak tergesa-gesa saat melakukan mudik. Ada tiga hal yang perlu Anda perhatikan dan persiapkan dengan baik, yaitu preparation, reaction, dan anticipation," ungkap Rifat.


Warning! Gaspol di Tanjakan Kali Kenteng, Tonton Videonya:

[Gambas:Video 20detik]

(ddn/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed