Sabtu, 09 Jun 2018 15:11 WIB

Pemudik Harus Waspadai Bus, Ini Alasannya

Rangga Rahadiansyah - detikOto
Jalur mudik Nagreg-Tasik. Foto: Eva Safitri/detikcom Jalur mudik Nagreg-Tasik. Foto: Eva Safitri/detikcom
Jakarta - Pemerintah menambah hari libur lebaran tahun ini dari 11-20 Juni 2018. Libur yang lebih panjang mungkin menguntungkan demi mengurai kemacetan saat musim mudik. Tapi, liburan yang lebih panjang ini harus menjadi perhatian bagi pemudik, terlebih yang membawa mobil pribadi.

Dengan hari libur yang lebih panjang, pengendara perlu mewaspadai bus-bus yang ada di sekitarnya. Menurut Director Training Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, dengan hari libur yang lebih panjang kemungkinan bus akan lebih banyak bolak-balik dari kota asal ke kota tujuan dan sebaliknya.



"Nah ini berhubung libur lebih panjang, sopir bus bolak-balik (dari kota asal ke kota tujuan dan sebaliknya) ngangkut penumpang kan masalahnya di fatigue (kelelahan)-nya dia (sopir bus)," kata Sony.

Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena sopir bus yang mungkin akan kelelahan, pengendara disarankan untuk menjauhkan diri dari bus-bus tersebut. Disarankan untuk tidak berada di depan bus, apalagi di turunan tajam.



"Lebih aman di belakangnya bus. Paling sering terjadi kan rem blong. Kalau ada di depan bus berpotensi ditabrak bus. Artinya lebih aman di belakang mobil besar daripada di depannya. Memang blind spot (spot tidak terlihat oleh pengendara karena terhalang badan bus) besar, tapi kan kita bisa jaga jarak (sehingga pandangan jadi lebih luas-Red). Kalau di depan bus atau truk, paling pahit kalau rem blong, hancur deh mobil," kata Sony. (rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed